Breaking News:

Aksi Terorisme

Rusia Cuma Pulangkan Anak Anggota ISIS di Bawah Usia 18 Tahun, Kemanusiaan Jadi Alasan Utama

Saat Pemerintah Indonesia baru mempertimbangkan akan memulangkan anak-anak ISIS eks WNI, Rusia sudah melakukannya.

Kompas.com
Kelompok militan ISIS saat menguasai Kota Mosul dan Tikrit, Irak. 

SAAT Pemerintah Indonesia baru mempertimbangkan akan memulangkan anak-anak ISIS eks WNI, Rusia sudah melakukannya.

Pemerintah Rusia menegaskan hanya memulangkan anak-anak mantan anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dengan alasan kemanusiaan.

Sedangkan orang tua anak-anak tersebut tidak dibolehkan kembali.

Hijrah ke PSS Sleman, Ini Alasan Utama Irfan Bachdim Tinggalkan Bali United

Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva, di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Vorobieva mengatakan, setidaknya ada 200-an anak dan remaja eks ISIS sejak 2019 lalu, yang dipulangkan Pemerintah Rusia.

Mereka yang dipulangkan berusia di bawah 18 tahun.

Moeldoko Akui Pemerintah Masih Bingung Tentukan Status Kewarganegaraan WNI Eks ISIS

Alasannya, anak-anak dalam kategori usia tersebut kemungkinan sangat minim terpapar radikalisme.

“Ada aspek kemanusiaan, sehingga kami merepatriasi anak-anak untuk kembali," ujar Vorobieva.

Ia menuturkan, tidak ada perlakuan khusus bagi anak-anak yang dipulangkan tersebut.

Dievakuasi Setelah Kerusuhan, Beberapa Tahanan Rutan Kabanjahe Ditempeleng Polisi dan Tentara

Mereka, katanya, berhak bahagia dan itu merupakan tugas pemerintah.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved