OTT KPK
Yasonna Laoly: Yang Bisa Copot Saya Presiden, Bukan ICW!
MENTERI Hukum dan HAM Yasonna Laoly menanggapi tuntutan Indonesia Corruption Watch (ICW) agar dirinya dicopot.
Penulis: Sri Handriyatmo Malau |
Ronny dianggap paling bertanggung jawab atas luputnya pengawasan terhadap Harun Masiku yang ternyata sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020.
Indonesia Corruption Watch (ICW) ingin Presiden Joko Widodo bersikap sama seperti Yasonna.
ICW mendesak Jokowi memecat Yasonna.
• Pemerintah Pusat Disarankan Ambil Alih Pengelolaan Monas demi Hindari Konflik Kepentingan
Sebab, menurut peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Yasonna lah yang paling bertanggung jawab atas simpang siur keberadaan Harun Masiku.
Apalagi, Yasonna merupakan otoritas tertinggi di Kemenkumham.
"Faktanya dia (Yasonna) telah berkata tidak sesuai dengan fakta terkait keberadaan Harun Masiku."
• HELMY Yahya Ungkap Kondisi TVRI Saat Baru Jadi Dirut: 72 Persen Karyawan Berusia Kolonial
"Jadi harusnya Yasonna ikut bertanggung jawab atas situasi hari ini," ujar Kurnia ketika dimintai konfirmasi, Selasa (28/1/2020).
Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi yang juga dinaungi ICW telah melaporkan Yasonna ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebab, Yasonna yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan Perundang-Undangan, terlihat hadir saat partai banteng membentuk tim hukum dalam kasus yang menjerat Harun Masiku.
• KENAPA TVRI Tak Beli Hak Siar Liga Indonesia? Helmy Yahya: Harganya 5 Kali Lipat dari Liga Inggris
Atas dasar itu, koalisi mengkritik sikap Yasonna.
Meski Yasonna kader PDIP, dia menjabat sebagai Menkumham yang notabene akan berkaitan dengan upaya paksa KPK dalam mengusut kasus suap tersebut.
Yasonna juga sempat menyebut pada 16 Januari 2020 Harun Masiku masih berada di Singapura.
• Selain Tak Kantongi Izin, Pemprov DKI Juga Modifikasi Hasil Sayembara Desain Revitalisasi Monas
Padahal, ditemukan fakta Harun Masiku sudah pulang ke Indonesia ketika KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada 8 Januari 2020.
Istri Harun Masiku pun membenarkan suaminya sudah pulang pada 7 Januari 2020.
"Efek dari kekeliruan data tersebut amat krusial, kerja penegak hukum jadi terganggu karena mempercayai begitu saja pernyataan Yasonna," ucap Kurnia.
• Revitalisasi Monas Dihentikan Saat Nyaris Rampung, Kontraktor Minta Pemprov DKI Lunasi Ongkos Proyek
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/yasonna-laoly-luncurkan-inovasi-layanan-publik-di-balai-kota_20170310_080444.jpg)