Komunitas Arcadia Runners, Merekat Silaturahmi Warga dengan Lari Bersama

Komunitas Arcadia Runners tergolong unik karena tumbuh di lingkungan perumahan urban yang cenderung tertutup dan beragam latar belakang anggotanya.

istimewa
Keluarga besar Arcadia Runners. 

Berhasil menyelesaikan lomba tanpa melewati batas waktu (COT) dan pulang membawa medali mendatangkan kegembiraan tersendiri.

Bagi Setiyo sendiri, karier larinya terus berkembang.

Finis!
Finis! (istimewa)

Tak hanya di jalur jalanan, ia juga merambah kawasan pegunungan yang dicintainya dengan mengikuti event-event trail run seperti di Gunung Gede Pangrango.

Ia juga mampu mengikuti nomor full maraton 42km dengan hasil yang relatif bagus pada usianya.

Selalu ramai.
Selalu ramai. (istimewa)

Pada lomba berikutnya, semakin banyak anggota Arcadia Runner yang ikut bergabung.

Sebelum lomba, mereka berlatih bersama di akhir pekan dengan lari sekitar kompleks sampai kawasan Cimanggis, seperti ke Warung Oncom dan Warung Gabus Pucung yang populer di kalangan pesepeda.

“Setelah berhasil di 5k, kami coba-coba ikut lomba 10k dengan persiapan latihan yang lebih baik dan porsinya lebih banyak. Kami menimba ilmu dari internet dan berlatih bareng dengan coach Arief di Bukit Golf,” tutur Setiyo.

Hasilnya semakin banyak anggota Arcadia yang mampu menyelesaikan lomba dengan baik.

Semakin sering ikut lomba, semakin banyak pula anggota baru yang bergabung.

Sehat dan guyub.
Sehat dan guyub. (istimewa)

Hingga kini jumlah anggota komunitas ini yang aktif mencapai 200 orang.

Pada event Superball Run 12 Januari 2020 lalu, Arcadia Runner menjadi salah satu komunitas dengan jumlah peserta terbanyak yaitu 69 orang.

Di dalam bus.
Di dalam bus. (istimewa)

Setiyo menyatakan kKerekatan diantara warga dirasakannya memang semakin kuat.

Candaan tiada putus saat latihan maupun lomba membuat kumpulan atau kopi darat berikutnya selalu dinantikan.

“Kuncinya memang harus ada yang konsisten jadi motor penggerak. Di Arcadia gak hanya satu dua orang saja, tapi jadi banyak yang menggerakkan. Kami juga dibantu Ketua RW 023 Pak Suparto yang responsif menjawab kebutuhan warga untuk olahraga ini," tuturnya. 

Semangat gotong royong juga terbangun secara spontan.

Misalnya untuk berangkat ke tempat lomba terkadang warga patungan menyewa bus.

Patungan sewa bus.
Patungan sewa bus. (istimewa)

Kalau ada anggota yang ingin ikut lomba namun kondisi keuangan belum memadai, tak segan-segan mereka urunan untuk menutup biaya lomba.

Di Kompleks Permata Arcadia Ciherang ini, lari bersama akhirnya menjadi perekat kohesi sosial di kalangan warga.

Lari meruntuhkan tembok-tembok kaku hubungan antar warga yang hanya dilandasi formalitas pengurus lingkungan atau kepentingan sesaat.

Sebuah kondisi yang boleh jadi semakin langka di lingkungan perkotaan dengan perumahan model kluster yang cenderung memupuk sikap individualistik dan membatasi lingkup sosial warganya.

Suasana latihan Sabtu-Minggu.
Suasana latihan Sabtu-Minggu. (istimewa)

Setiyo mengatakan, ia akan meneruskan kegiatan Arcadia Runners dan merangkul lebih banyak warga di lingkungan perumahan itu agar lebih bersemangat untuk hidup sehat dan bersilaturahmi sambil lelarian.

"Jadi bisa mengurangi budget rumah sakit dan sekaligus menghilangkan stress," tutur Setiyo sambil tertawa renyah.

Penulis: Max Agung Pribadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved