Kecelakaan Bus di Subang
Kisah Korban Hidup Bus Terguling di Subang: Kita Semua Teriak Histeris Pas Sopir Bawa Ngebut
Menurut Muniroh, sebelum bus terguling, sopir dan kernet bus sempat berhenti selama dua menit untuk mengecek kondisi seluruh ban
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dian Anditya Mutiara
INILAH cerita korban selamat kecelakaan bus di Subang, Jawa Barat.
Menjadi saksi hidup saat kejadian bus terguling yang membawa rombongan kader Posyandu Kota Depok di Subang, Jawa Barat, membuat Muniroh (52) sadar betul atas musibah yang dialami dirinya dan puluhan penumpang lain.
Menurut Muniroh, sebelum bus terguling, sopir dan kernet bus sempat berhenti selama dua menit untuk mengecek kondisi seluruh ban dengan cara memukul-mukul ban.
"Saya tanya, kenapa bang? Sopirnya bilang enggak ada apa-apa terus saya disuruh lanjutin lagi karena memang saat itu baru ada sambutan dari panitia acara," papar Muniroh kepada wartawan di RSUD Kota Depok, Sawangan, Minggu (19/1/2020).
• Korban Luka-Luka Akibat Kecelakaan Bus di Subang Mengaku Trauma, Masih Terbayang Bus Saat Oleng
Muniroh yang duduk persis di belakang sopir ini mengatakan, bahwa pengecekan dilakukan dengan membagi tugas yakni sopir mengecek ban bagian kanan, sedangkan kernet memeriksa ban di sisi kiri.
Selama dua menit, kata Muniroh keduanya memeriksakan ban yang dilanjutkan dengan menjalankan kembali bus tersebut.
Sekitar selang 10 menit pasca pengecekan, Muniroh mengatakan bus oleng hingga akhirnya terbanting bagian belakang lebih dulu yang kemudian sisi depan bus turut terjatuh.
"Setelah ngecek ban itu sopir bawa kenceng banget sampai kita pada teriak pak sopir jangan ngebut, pada histeris," tutur Muniroh mengisahkan musibah pilu yang merenggut delapan korban jiwa itu.
Sebelum bus terlempar dan akhirnya terguling, Muniroh mengaku memiliki firasat ada yang tak beres.
Sebab, kernet bus yang awalnya duduk di dekat pintu, lari ke belakang ke bagian kursi penumpang.
"Saya curiga, wah bahaya nih, benar saja. Akhirnya saya diri dan pegangan ke sela-sela bagasi yang ada di atas saya," kata Muniroh.
Dari pertahanannya itu, Muniroh bersyukur dirinya bisa selamat meski setelah bus terjungkal, dirinya sempat bingung mau keluar dari bus lewat mana.
Sebab, bus yang jatuh dan terguling di sisi kanan, tak menyisakan ruang gerak baginya untuk keluar melalui pintu.
"Saya akhirnya lewat jendela yang hancur, sopir yang tergencet saya langkahin saya sudah enggak lihat kiri kanan pokoknya bagaimana saya bisa keluar dari bus," paparnya.
Kader dari Posyandu Mawar Merah RT 02/08, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok ini pun sebelumnya tak memiliki firasat.