Breaking News:

ADIAN Napitupulu Sakit Hati Jaksa Agung Sebut Kasus Semanggi I dan II Bukan Pelanggaran HAM Berat

Adian Napitupulu mengaku kecewa atas pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang menyebut peristiwa Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat.

TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Adian Napitupulu seusai diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020). 

ANGGOTA Komisi I Adian Napitupulu mengaku kecewa atas pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang menyebut peristiwa Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat.

Adian Napitupulu mengaku kecewa karena menurutnya hasil rapat Paripurna DPR Tahun 2001 yang dirujuk oleh Burhanuddin, adalah sebuah keputusan politik, bukan keputusan hukum.

Menurutnya, seharusnya sebagai petugas penegakan hukum, Burhanuddin merujuk pada bukti, peristiwa, dan tindakan hukum.

JOKOWI Minta ASN Pemerintah Pusat Pindah ke Ibu Kota Baru pada 2024, Ini Skenario dan Anggarannya

"Saya juga sakit hati. Saya juga kecewa karena Kejaksaan Agung itu lembaga penegakan hukum. DPR itu lembaga politik."

"Pernyataan politik tidak kemudian serta merta menghilangkan peristiwa hukumnya dan kejahatan hukumnya."

"Sebagai Jaksa Agung dia harus bicara tentang bukti, peristiwa, dan tindakan hukum."

Jokowi: Mau Normalisasi Atau Naturalisasi, 14 Sungai di Jakarta Harus Segera Dilebarkan

"Bukan mengutip pernyataan politik," katanya seusai diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020).

Karenanya, ia setuju dengan Ketua Komisi III DPR Herman Hery, yang meminta untuk membedakan antara pernyataan politik dan penegakan hukum.

Itu karena menurutnya, pernyataan politik tidak bisa menentukan seseorang salah dan benar secara hukum.

Tak Akan Ikut Kampanye Anak dan Menantunya, Jokowi: Banyak Kerjaan

"Saya setuju dengan pernyataan Ketua Komisi III, membedakan antara pernyataan politik dan penegakan hukum."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved