Konflik Natuna

Mantan Anggota Tim Mawar Peringatkan Potensi Pengalihan Isu di Natuna

Mantan Anggota Tim Mawar Peringatkan Potensi Pengalihan Isu di Natuna. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Mantan Anggota Tim Mawar Peringatkan Potensi Pengalihan Isu di Natuna
SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan kapal perang KRI Usman Harun di Puslabuh TNI AL d Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1/2020). Jokowi juga mengadakan silaturahmi dengan para nelayan di Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa Natuna. 

MANTAN anggota Tim Mawar yang juga merupakan pengamat intelijen, Fauka Noor Farid, memperingatkan kepada aparat yang berjaga wilayah diperbatasan perairan Natuna untuk tetap bersiaga.

Pasalnya, Fauka mengkhawatirkan konflik yang saat ini terjadi di Perairan Natuna hanya pengalihan isu dan berpotensi dijadikan celah oleh oknum yang hendak melakukan penyeludupan narkoba masuk ke wilayah Indonesia.

"Misalnya dari KRI apa yang mengawasi wilayah selatan, semua ditarik fokus ke Natuna. Berarti kan ada wilayah-wilayah yang terlepas dari pengawasan angkatan laut kita," tutur Fauka saat dikonfirmasi, Selasa (14/1/2020).

3 Kapal Perang RI Usir Lagi Kapal Nelayan China dari Perairan Natuna

Fauka menilai China diduga sengaja membuat kekuatan militer Indonesia terfokus sepenuhnya di Natuna dan melemahkan wilayah lain.

Ia juga menyatakan bahwa saat ini, China hendak pamer kekuatan lantaran belum mengerahkan satu pun kapal perangnya.

Berbeda dengan Indonesia yang sudah mengerahkan sejumlah kapal perang dan pesawat tempur untuk memantau aktivitas kapal nelayan China.

"Dia ingin memamerkan kekuatannya. Kan baru-baru ini China berhasil membuat kapal induk yang terbaru (Kapal Perang Shandong)," ujarnya.

Komisi I DPR Minta Natuna Dijaga 24 Jam, Dukung Anggaran Bakamla Ditambah

Pasalnya kapal-kapal nelayan China hanya didampingi coast guard, bukan kapal perang sebagaimana yang dilakukan pemerintah Indonesia.

"Bisa saja ini test case (uji coba), tapi tes case-nya China justru merendahkan kita. Kenapa? Karena yang dikirim hanya kapal nelayan dan coast guard," ujarnya.

Meski menilai negara dengan kekuatan militer ke-3 di dunia itu menyombongkan diri, Fauka menyebut pemerintah perlu menambah kekuatan militer. 

Halaman
1234
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved