OTT KPK

Ini Calon Kuat Pengganti Wahyu Setiawan di KPU, Tak Perlu Jalani Fit and Proper Test Lagi

WAHYU Setiawan mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (10/1/2020).

Ini Calon Kuat Pengganti Wahyu Setiawan di KPU, Tak Perlu Jalani Fit and Proper Test Lagi
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengenakan rompi tahanan warna oranye, seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2020) dini hari. Wahyu Setiawan ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih 2019-2024 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dengan upaya membantu Harun Masiku sebagai PAW anggota DPR RI yang meninggal dunia, Nazarudin Kiemas, dengan uang operasional sebesar Rp 900 juta. 

WAHYU Setiawan mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (10/1/2020).

KPU mengatakan calon kuat pengganti Wahyu Setiawan adalah anggota Bawaslu Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi (47).

"Kalau nomor urut berikutnya nomor 8, kalau tidak salah Pak I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi."

Tanggapi Banjir Jakarta, Djarot : Yang Penting Kerja, Enggak Usah Kebanyakan Ngomong

"Dulu dia Ketua KPUD Provinsi Bali, sekarang dia anggota Bawaslu Provinsi Bali," kata Ketua KPU Arief Budiman dalam konferensi pers di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Keterpilihan ini berdasarkan peringkat terbanyak perolehan suara pada pemilihan anggota KPU tahun 2017 silam.

Kala itu, I Made berada di posisi ke-8 dengan perolehan 21 suara.

Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur dari Keluarga Kerajaan Inggris, Ini Alasannya

Suara I Made berada persis di bawah Arief Budiman yang mengumpulkan 30 suara.

Sosok pengganti Wahyu Setiawan juga tak perlu lagi melewati fit and proper test pemilihan anggota KPU.

Arief Budiman menyebut dalam aturan perundang-undangan tidak dijelaskan batasan waktu untuk mengisi jabatan komisioner yang kosong.

Soal Insiden Indonesia-Cina di Natuna, Luhut Panjaitan: Kakak Beradik Kan Suka Juga Gesekan

Cepat atau lambat pengisian posisi tersebut tergantung Presiden Joko Widodo.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved