Korupsi di PT Asabri

Asabri Didera Isu Korupsi Rp 10 Triliun, di Mana Prabowo?

Prabowo secara langsung membawahi ratusan ribu prajurit TNI, sehingga komentarnya dinanti dalam menyikapi kasus Asabri.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Asabri 

SIKAP Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinanti, setelah ada isu korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) senilai lebih dari Rp 10 triliun.

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, Prabowo secara langsung membawahi ratusan ribu prajurit TNI, sehingga komentarnya dinanti dalam menyikapi kasus Asabri.

"Di mana Menhan Prabowo? Belum tampak, belum kelihatan komentarnya," ujarnya kepada Tribunnews.com di Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

PM Kanada: Pesawat Ukraina Jatuh karena Ditembak Misil Iran

Irvan menjelaskan, Prabowo mesti menanggapi dugaan kasus Asabri ini sesegera mungkin, karena menyangkut ketahanan negara.

"Asabri ini kan menyangkut prajurit yang sekian ratus ribu, yang kesejahteraanya masih sangat terbatas. Ini akan memperlemah ketahanan kita," katanya.

Menurutnya, prajurit TNI akan tidak fokus dalam menjalankan tugasnya, karena memikirkan bagaimana masa depannya ketika uang Asabri justru dibobol.

Prabowo: Kedaulatan Harga Mati, tapi Kita Jangan Panas-panasin

"Konsentrasi atau sikap prajurit tentu akan mendua. Dalam arti mereka harus memikirkan masa depannya," papar Irvan.

Irvan Rahardjo mengatakan, kasus Asabri lebih rumit dari kasus PT Asuransi Jiwasraya.

"Harus dicermati, ini rumit."

VIDEO Detik-detik Rudal Iran Hajar Pesawat Ukraina, PM Kanada Bilang Mungkin Tidak Disengaja

"Ratusan ribu prajurit kesejahteraannya di bawah, nasabah Jiwasraya lebih aman karena golongan menengah atas," ujarnya.

Menurut Irvan, nasabah Jiwasraya sedikit lebih beruntung karena masih memiliki banyak dana di luar investasinya di Jiwasraya.

"Nasabah Jiwasraya tidak terdampak besar. Relatif beruntung dari prajurit Asabri, telat Pak Mahfud bawa ke pengadilan," ucapnya.

Setelah Sri Mulyani, Bekas Menteri SBY Mari Elka Pangestu Ditunjuk Jadi Direktur Bank Dunia

Sebab, ia menyampaikan, kasus Asabri sudah mulai tercium beberapa bulan lalu, namun lebih dahulu muncul ke permukaan kasus Jiwasraya.

"Itu kurang lebih pada saat jiwasraya sudah mulai muncul di kalangan terbatas, tapi waktu itu Jiwasraya baru naik daun. Kasus Asabri belum tampak sekali," beber Irvan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved