Kabar Tokoh

Setelah Sri Mulyani, Bekas Menteri SBY Mari Elka Pangestu Ditunjuk Jadi Direktur Bank Dunia

MANTAN Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu ditunjuk jadi Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan, dan Kemitraan untuk Bank Dunia.

Setelah Sri Mulyani, Bekas Menteri SBY Mari Elka Pangestu Ditunjuk Jadi Direktur Bank Dunia
KOMPAS/ARBAIN RAMBEY
Mari Elka Pangestu 

MANTAN Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu ditunjuk jadi Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan, dan Kemitraan untuk Bank Dunia.

Hal itu diumumkan oleh Presiden Kelompok Bank Dunia David Malpass, seperti dikutip Wartakotalive dari worldbank.org, Jumat (10/2/2020).

David Malpass menyebut Mari Elka Pangestu diajak bergabung dengan Bank Dunia, karena keahlian, kebijakan, dan manajemennya yang luar biasa.

Tanggapi Banjir Jakarta, Djarot : Yang Penting Kerja, Enggak Usah Kebanyakan Ngomong

Mari Elka Pangestu adalah mantan Menteri Perdagangan dari 2004 hingga 2011, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari 2011 hingga Oktober 2014, dan Menteri Negara Koperasi dan UKM periode 1 Oktober 2008–20 Oktober 2009.

“Kami sangat senang menyambut Mari ke Bank dalam peran baru yang penting bagi institusi,” ujar David Malpass.

Pengalaman sebagai menteri senior, kredensial yang diakui secara global sebagai seorang ekonom dan peneliti, kata David Malpass, akan sangat bermanfaat bagi Bank Dunia.

Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur dari Keluarga Kerajaan Inggris, Ini Alasannya

David Malpass juga memuji pengalaman kepemimpinan Mari Elka Pangestu yang luas dan keterlibatannya dalam forum-forum internasional tentang masalah-masalah pembangunan.

Bank Dunia berharap bantuan Mari Elka Pangestu bisa mempercepat dalam mendukung pertumbuhan berbasis akra rumput dan pengentasan kemiskinan.

Mantan menteri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu saat ini adalah Senior Fellow di Sekolah Tinggi Urusan Internasional dan Publik Columbia.

Soal Insiden Indonesia-Cina di Natuna, Luhut Panjaitan: Kakak Beradik Kan Suka Juga Gesekan

Ia juga mengajar sebagai Profesor Ekonomi Internasional di Universitas Indonesia, asisten profesor di Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew dan Sekolah Kebijakan Publik Crawford, Universitas Nasional Australia.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved