Banjir Jakarta
Banjir Besar Awal Tahun Ini Ternyata Pernah Melanda Monas pada 1897 Silam
TINGGINYA curah hujan yang terjadi sejak malam pergantian tahun di Jabodetabek, mengakibatkan banjir di wilayah Jakarta dan kota penyangga.
TINGGINYA curah hujan yang terjadi sejak malam pergantian tahun di Jabodetabek, mengakibatkan banjir di wilayah Jakarta dan kota penyangga di sekitarnya.
Melihat bencana yang terjadi saat ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, fenomena seperti ini pernah terjadi puluhan tahun hingga ratusan tahun lalu.
"Ini adalah peristiwa alam yang merupakan siklus dari sekian puluh tahun, atau sekian ratus tahun," ujarnya di Gedung BPPT 2, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).
• Keteteran Cek Posko Pengungsi, Anies Baswedan Curhat Butuh Sosok Wakil Gubernur
Bahkan, di Jakarta yang merupakan ibu kota, banjir seperti ini pernah melanda kawasan Monas pada masa lampau, tepatnya tahun 1897 silam.
"Jika kita lihat pada masa lalu ternyata di Monas pernah banjir," ungkap Doni.
Untuk menanggulangi bencana seperti banjir, perlu pemahaman dari banyak pihak, baik stakeholder maupun masyarakat.
• Wakil Wali Kota Depok Dukung Pernyataan Gubernur DKI yang Salahkan Air Kiriman Penyebab Banjir
Bahwa, Jabodetabek membutuhkan banyak daerah resapan yang kini mulai tergerus oleh bangunan modern dan permukiman.
Doni pun menegaskan imbauannya, agar jangan pernah menantang alam.
Karena jika alam sudah rusak, maka manusia yang akan mengalami dampak buruknya.
• Salahkan Air Kiriman dari Selatan, Sekjen PDIP Nilai Anies Baswedan Cenderung Cuci Tangan
"Jika kita menghadapi upaya untuk menantang (alam), tentunya tidak (boleh) seperti itu."
"Tidak ada satu pun manusia yang dapat menaklukkan alam," tegas Doni.
Terkait tingginya intensitas hujan yang terjadi saat ini hingga mengakibatkan banjir di Jabodetabek, pemerintah pun mulai ambil tindakan.
• Ketua Fraksi PDIP: Terbelenggu Janji Kampanye, Anies Baswedan Dua Tahun Enggak Ngapa-ngapain
Saat ini pemerintah melalui BNPB, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara (AU), tengah melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) alias hujan buatan.
Operasi tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) di bawah kendali BPPT.
Sebanyak 22 ton garam atau Natrium Klorida (NaCl) digunakan sebagai bahan semai pada potensi awan hujan yang ada, agar hujan jatuh di wilayah lain sebelum sampai ke wilayah Jabodetabek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/banjir-jakarta-di-awal-2020.jpg)