Breaking News:

Jiwasraya Gagal Bayar

Said Didu Bilang Jiwasraya Sakit Sejak 1998, tapi Kembali Sehat dan Raup Untung pada 2016

KONDISI perusahaan asuransi Jiwasraya dalam keadaan sehat, saat diserahkan dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ke pemerintahan Joko Widodo.

jiwasraya.co.id
PT Asuransi Jiwasraya 

"Karena biasanya permainan seperti ini adalah temennya yang diminta untuk membeli dan menjual."

 Angkat Budaya Lokasi Sambil Jaga Lingkungan, Film Detak Usung Gerakan Zero Waste

"Itu pasti tercatat di bursa. Bisa juga sopir yang beli, tapi kan PPATK bisa turun," paparnya.

Said Didu sebelumnya menyebut ada tiga hal yang terjadi pada perusahaan asuransi Jiwasraya.

"Pertama adalah Jiwasraya menghasilkan produk yang tidak pruden, dan itu tanggung jawab OJK juga ada di situ."

 Pemerintah Diminta Serius Lindungi Industri Baja Domestik, Cara-cara Ini Bisa Ditempuh

"Kenapa meloloskan produk asuransi yang resikonya sangat tinggi?" tutur Said Didu seusai Diskusi Publik Pertamina Sumber Kekacauan yang digelar oleh Indonesia Resources Studies (Iress), di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Masalah kedua ialah kesalahan investasi yang dilakukan Jiwasraya.

Said Didu mengungkapkan, investasi saham yang dilakukan Jiwasraya tidak pada saham-saham blue chip.

 Demokrat Butuh 22 Senator Republik Pembelot untuk Lengserkan Donald Trump dari Kursi Presiden AS

"Di sini OJK dan Kementerian Keuangan juga harus bertanggung jawab karena investasinya."

"Ini investasi yang dilarang untuk premi asuransi. Seperti investasi saham, sahamnya itu harus blue chip, tapi ini yang abal-abal," terangnya.

Masalah ketiga ialah penggelapan dana yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

 Mahfud MD Sebut Ada Undang-undang Dibuat karena Pesanan, Disponsori Orang-orang Tertentu

"Menurut saya adalah terjadi perampokan. Kenapa terjadi perampokan? Perusahaan yang sangat sehat di tahun 2016, di tahun berikutnya 2017 tiba-tiba defisit puluhan triliun."

"Berarti ada penyurutan dana yang besar sekali yang terjadi."

"Enggak mungkin risiko bisnis terjadi saat itu. Karena kondisi ekonomi 2018 biasa-biasa aja kok. Enggak seperti 98," jelas Said.

 DENDAM Kesumat, Siswa SMK Tikam Pemerkosa Ibunya Hingga Tewas

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved