Berita Jakarta

PESAN Pakar: Jangan Dibunuh! Masyarakat Harus Bijak Hadapi Fenomena Ular

Fenomena kemunculan ular khususnya ular kobra banyak ditemukan di sejumlah daerah. Masyarakat pun diminta bersikap bijak dengan tidak membunuhnya

Penulis: Junianto Hamonangan |
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Diskusi penanganan ular di TWA Angke Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (19/12). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

PENJARINGAN, WARTAKOTALIVE.COM - Fenomena kemunculan ular khususnya ular kobra banyak ditemukan di sejumlah daerah.

Masyarakat pun diminta bersikap bijak dengan tidak membunuh binatang melata itu.

Kasubdit Sumber Daya Genetik Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Mohammad Haryono fenomena itu perlu disikapi dengan bijak.

 ENAM Fakta Lettu Erizal Sebelum Gugur Ditembak KKB Papua Sempat Ungkap Rindu kepada Kekasih

 POLISI Bakal Usut Tuntas Insiden Pemukulan di Transjakarta, Ini Kronologinya

 Cuaca Kamis 19 Desember 2019 Hujan Guyur Jakbar, Jaksel, Jaktim Diikuti Bogor dan Depok Siang Nanti

Kasubdit Sumber Daya Genetik Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Mohammad Haryono usai diskusi di TWA Angke Kapuk, Kamis (19/12).
Kasubdit Sumber Daya Genetik Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Mohammad Haryono usai diskusi di TWA Angke Kapuk, Kamis (19/12). (Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan)

"Siklus alam yang perlu kita sikapi dengan bijaksana bahwa di alam itu terjadi dinamika termasuk juga dinamika populasi dari kehidupan liar.

"Saya kira kita harus bijak menyikapi," ujarnya, di TWA Angke Kapuk, Kamis (19/12).

Haryono menambahkan perlu adanya penanganan dan kerjasama yang baik antara masyarakat, komunitas pecinta ular dan pemerintah untuk mengatasi fenomena tersebut.

 PRAJURIT Kopassus Lettu Erizal Ditembak Mati KKB Papua Pimpinan Lekagak Telenggen, Ini Kronologinya

 FOTO Kucing Digantung hingga Mati di Pohon Setelah Makan Merpati di Bali Viral, Ini Kronologinya

 MAHFUD MD Blak-blakan di ILC Akui Banyak Pelanggaran HAM Era Jokowi, hingga Singgung Rusuh Papua

Menurut Haryono, masyarakat tidak perlu sampai membunuh kemunculan binatang melata seperti ular tersebut.

Selain mereka juga punya hak yang sama untuk hidup, hal itu juga dapat menganggu ekosistem.

"Jadi setiap satwa mempunyai animal welfare, punya hak untuk hidup dengan nyaman di lingkungannya.

 Jakarta Barat Kini Punya Ratusan Gerobak Motor, Wali Kota: Tidak Ada Alasan Sampah Tak Terangkut

 UPDATE Zul Zivilia Ikhlas Ditinggal Pergi Sang Istri, Retno: Ini yang Terus Diucapkan Uda dari Awal

 TERBONGKAR Artis Cantik Terekam Selingkuh dengan Suami Orang, Sopir Dapat Hadiah Rp 723 Juta

"Jadi dengan pertimbangan itu, kita tidak perlu melukai apalagi sampai membunuh," katanya.

Apabila memang tidak dapat ditangani, masyarakat cukup melaporkan kepada petugas terkait untuk ditindaklanjuti oleh mereka yang berkompeten.

"Kalau kita tidak bisa handle secara pribadi, secara sendiri, kita laporkan kepada lingkungan dan tentunya melaporkan kepada petugas kami," ucap Haryono. (jhs)

Museum Basoeki Abdullah Geger Temukan Anak Ular di Toilet

Sebelumnya Wartakotalive melaporkan, Museum Basoeki Abdullah geger akibat adanya temuan seekor anak ular tanah di lingkungannya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved