Berita Jakarta
PESAN Pakar: Jangan Dibunuh! Masyarakat Harus Bijak Hadapi Fenomena Ular
Fenomena kemunculan ular khususnya ular kobra banyak ditemukan di sejumlah daerah. Masyarakat pun diminta bersikap bijak dengan tidak membunuhnya
Penulis: Junianto Hamonangan |
"Ada lima anak ular yang ditemukan, ada yang di dalam rumah, di halaman rumah sama jalan di depan rumah. Kayaknya dari telur yang baru menetas itu," ujar Sembiring, Minggu (15/12/2019).
Ia menerangkan wilayah perumahannya itu kerap muncul ular kobra, terlebih dalam beberapa minggu ini.
Lokasinya yang dekat rawa, dimungkinkan menjadi faktor berkembang biaknya ular korban tersebut.
"Ini kan memang dulu lokasi urukan bekas rawa, ditambah di belakang perumahan masih ada bekas rawanya juga," kata dia.
Keberadaan ular kobra itu sangat meresahkannya sehingga warga memangil Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi untuk melakukan proses evekuasi.
"Kita panggil Damkar agar bisa segera ditangkap. Soalnya kemungkinan ada sarangnya di daerah ini," kata dia.
Ia nilai jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan dapat membahayakan warga sempat, terlebih lokasi perumahan banyak anak-anak.
"Kita resah aja ya, kan banyak anak-anak, walaupun itu ular anaknya juga kan. Apalagi ularnya masuk ke rumah,"jelas dia.
Sebelum penemuan telur dan anak ular kobra, seekor ular kobra dewasa lebih dulu ditemukan oleh petugas keamanan perumahan.
"Sebelumnya ditangkap ular kobra dewasa, dimatiin sama petugas keamanan. Nah ini paling sisa anak-anak saja, tapi engga tahu juga kalau masih ada yang dewasa," papar Sembiring. (MAZ)
Simak Tips Agar Rumah Tak Dihampiri Ular Kobra
Sebelumnya Wartakotalive melaporkan, peneliti Reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidy menjelaskan bahwa awal musim penghujan merupakan waktu di saat anak ular kobra mulai menetas dari telurnya.
Terdapat beberapa cara untuk menghindari kawasan di luar maupun dalam rumah dihinggapi ular kobra sebelum bertelur.
"Untuk menghindari masuknya ular ke rumah dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah. Gunakan pembersih lantai dengan aroma yang menyegat karena ular tidak suka dengan bau yang tajam," terang Amir saat dikonfirmasi, Jumat (13/12).
Selain itu, hindari meninggalkan sampah bekas makanan di rumah.
Hal itu sangat penting dilakukan lantara sampah tersebut sampah sisa makanan bisa mengundang tikus yang merupakan salah satu mangsa ular.
Kemudian, ia juga mengingatkan untuk selalu bersihkan rumah dari tumpukan barang-barang, termasuk perkarangan rumah dari tumpukan daun-daun kering atau material yang menumpuk.
“Tempat tempat itu bisa menjadi tempat persembunyian ular.”
Dirinya menjelaskan, prinsip pengendalian populasi ular tentunya perlu memperhatikan keseimbangan ekosistem sehingga tidak menimbulkan permasalahan ekologi.
Untuk keamanan manusia, pemindahan ular bisa dilakukan dengan pendampingan dari petugas yang berwenang dan memiliki pengetahuan untuk menangani ular berbisa.
Khusus bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta Timur, penanganan evakuasi ular kobra bisa dilakukan dengan cara menguhubungi Suku Dinas Penanggulanan, Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur di nomor WhatsApp 0822 9797 0113 atau 112 dan 021 8590 4904. (abs)
Hadapi Teror Ular Kobra, Cara Sederhana Bisa Pakai Sapu Rumah
Belakangan kasus ular kobra yang masuk ke pemukiman warga cukup meresahkan.
Misalnya saja yang terjadi di Wonosari, Gunung Kidul. Satu keluarga harus mengungsi lantaran adanya anakan kobra di lingkungan tempat tinggal mereka.
Di Surabaya, ular kobra sepanjang 1 meter masuk ke dalam rumah di Jalan Lakarsantri, Surabaya..
Untungnya Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya cepat datang dan mengamankan ular tersebut.
• TERUNGKAP Gadis Diterkam 2 Harimau yang Dibesarkannya Sejak Kecil, Tubuhnya Diseret & Dicakar-cakar
• AKHIRNYA Ahmad Dhani Bebas 28 Desember 2019, Ini 2 Rencana Besarnya Setelah Bebas dari Rutan
• Puluhan Kapal di Dermaga Kali Adem Disiapkan Antisipasi Peningkatan Wisatawan ke Kepulauan Seribu
Kasus serupa juga terjadi di Bogor. Melansir laman Tribunnews Bogor, sebanyak 34 ekor ular kobra ditemukan di kawasan Perumahan Royal Citayam Residen, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Ular kobra yang meneror warga di Perumahan Royal Citayam Residen ini pertama kali ditemukan warga pada Rabu (4/12/2019) kemarin.
"Ketemu lagi tadi satu, sekarang ular yang ditemuin udah 34 ekor," ujar Fathir (35) warga setempat kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (11/12/2019).
Kebanyakan ular kobra yang masuk ke rumah warga berukuran sangat kecil, yang merupakan anakan.
Peneliti Herpetologi Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Amir Hamidy, menganggap fenomena ular kobra tersebut adalah hal yang wajar.
Melansir Grid.id berjudul "Warga di Beberapa Daerah, Panji Petualang Bagi Tips Hadapi Ular yang Masuk ke dalam Rumah!", dari Kompas.com, Amir mengungkapkan bahwa Pulau Jawa merupakan habitat asli ular kobra, karena tanahnya yang cukup subur.
• VIRAL Video Anak Jatuh dari Lantai 5 saat Ibu Main HP, Polisi Sebut Ibu Lalai Bikin Murka Keluarga
• KISAH Penjaga Makam di TPU Menteng Pulo Tidur di atas Makam Berlapis Semen Jauh dari Kebisingan
• TERUNGKAP Kekejaman KKB Papua Eksekusi Sandera Sambil Menari-nari, Ini Cerita Sandera Selamat
“Habitatnya persawahan, sekitar perumahan termasuk perbatasan-perbatasan hutan yang sudah terbuka. Bukan hutan primer,” ungkap Amir.
Apalagi di musim penghujan ini merupakan waktu ideal bagi menetasnya telur-telur ular kobra.
“Karena kan ini musimnya. Jadi memang musim ular menetas ini di awal musim penghujan.
“Wajar kalau seperti itu, tahun sebelumnya juga ada,” ujar Amir.
Pihak LIPI juga menyarankan warga segera melaporkan ke dinas terkait, seperti pemadam kebakaran, jika menemukan telur maupun sarang ular kobra..
Cara Mengusir Ular Menurut Panji Petualang
Banyak warga yang percaya bahwa dengan menaburkan garam akan bisa mengusir ular kobra.
Namun, cara tersebut tak dianjurkan oleh Panji Petualang.
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal Youtube pribadinya pada 3 Desember 2019 lalu, Panji memberikan tips untuk menghadapi ular kobra.
"Yang harus dilakukan adalah amankan keluarga kalian.
"Seperti contohnya anak kecil, dan bimbing mereka dan memberi tahu mereka bahwa ular bukanlah hewan yang aman untuk di dekati.
"Karena sejatinya anak-anak kecil juga tidak pernah mengetahui bahwa ular itu berbahaya atau tidak, jika tidak diberitahu dan dibimbing," ungkap Panji.
Jika tidak bisa menghadapi ular kobra yang ada di dalam rumah, kita bisa meminta pertolongan dari tetangga terdekat.
"Keluar dari rumah, panggil tetangga, dan jika kalian bisa merescuenya dengan alat sederhana seperti sapu atau pengki sampah, silahkan coba untuk direscue.
"Tapi jika ragu dan tidak ada yang bisa merescue keselamatan kita dan keluarga kita lebih utama," lanjutnya.
Namun, jika ular masuk ke pekarangan rumah, kita bisa mengusir ular dengan menggunakan tongkat kayu maupun sapu.
"Yang bisa kita lakukan adalah mengusir ular dengan menggunakan kayu ataupaun sapu.
"Karena ular tidak tinggal di satu area saja, melainkan berpindah.
"Karena sudah tidak adanya habitat, membuat ular kobra menyesuaikan diri di lingkungan baru, seperti di perkotaan, selagi ada air, tempat untuk sembunyi, dan mangsa untuk dimakan," ungkapnya.
(Surya.co.id/Pipit Maulidiya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jangan-dibunuh-masyarakat-harus-bijak-hadapi-fenomena-ular191.jpg)