Breaking News:

Kementerian Ketenagakerjaan: Zaman Sekarang yang Terpenting Bukan Kerja Tetap, tapi Tetap Kerja

Adanya kemajuan teknologi hingga memunculkan pekerjaan-pekerjaan yang tidak terikat waktu kerja.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/MAFANI FIDESYA HUTAURUK
Aris Wahyudi, Staf Ahli Menaker Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Kementerian Ketenagakerjaan. 

"Acara ini gratis dan jangan sampai ada oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan," tegasnya.

Masalah TKI

Sebelumnya, Hanif Dhakiri saat menjabat Menteri Ketenagakerjaan mengatakan, setidaknya terdapat tiga masalah yang dihadapi oleh Tenaga Kerja Indonesia.

Masalah pertama adalah adanya kelompok angkatan kerja yang kemampuan dan pendidikannya tidak cocok dan dibutuhkan oleh dunia industri.

Masalah kedua, adanya kelompok angkatan kerja yang memiliki kemampuan di bawah standar yang diharapkan oleh dunia industri.

Baca: Dijodohkan Orangtua, Marcell Darwin Malah Jomblo Dua Tahun

Yang ketiga, tingginya kelompok pekerja miskin yang berjumlah 60 persen dari 128 juta angkatan kerja, yang jika masuk ke industri padat karya, tidak memiliki karier.

"Rata-rata pendidikannya hanya SD dan SMP, itu sekitar 60 persen dari 128 juta angkatan kerja kita."

"Jadi mayoritas kalau masuk ke industri padat karya mereka enggak punya karier," kata Hanif seusai memberikan sambutan pada Final Liga Pekerja Indoensia (Lipesia) 2018 di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Selasa (1/5/2018).

Baca: Dipanggil Yang oleh Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor Tersipu dan Menutup Wajahnya

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved