Investasi
Peluang Window Dressing di Saham Indeks KOMPAS100
Window dressing tahun ini bakal didorong oleh saham-saham perbankan seperti BBRI, BBNI dan BMRI.
Kinerja emiten-emiten tersebut diyakini bisa tetap positif di tengah panasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Sepuluh tahun ke belakang, saham sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan justru paling sering mencetak imbal hasil tinggi saat window dressing.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah memulai fase window dressing.
Belakangan, semua indeks konstituen, tak terkecuali Indeks KOMPAS100, kompak menguat.
Hingga akhir pekan lalu, IHSG sudah naik 3,5 persen sejak penutupan November.
Sementara indeks KOMPAS100 sudah mengakumulasi kenaikan sebesar 2,2 persen.
• Masuk ke Bisnis Sekuritas, Warren Buffett: Tidak Perlu IQ Tinggi
Namun, peta tersebut masih bisa berubah.
"Karena sentimen yang terjadi setiap tahun berbeda," ujar Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, baru-baru ini.
Menurut dia, window dressing tahun ini bakal didorong oleh saham-saham perbankan seperti BBRI, BBNI dan BMRI.
Pasalnya, kinerja emiten-emiten tersebut diyakini bisa tetap positif di tengah panasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
• Ada 5 Emiten Terancam Delisting dari BEI, Bagaimana Dampaknya Terhadap Investor
Mimi Halimin, analis Mirae Asset Sekuritas, mengatakan, sejatinya prospek industri perbankan secara keseluruhan masih netral.
Namun, secara spesifik, dia masih menjadikan saham BBRI sebagai salah satu saham pilihan.
Mimi beralasan, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sedang bergerak dalam tren turun.
"BBRI paling diuntungkan dengan tren penurunan suku bunga karena memiliki basis kredit mikro yang kuat," tulis Mimi dalam riset 3 Desember 2019.
Hans mengatakan, harga saham-saham tersebut juga sudah turun dibandingkan awal tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ihsg-hari-ini_909k.jpg)