Berita Bekasi

Kartu Sehat Kota Bekasi Dihentikan, Warga Kecewa Nilai RS Lebih Cepat Penangannya daripada BPJS

Program Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) akan diberhentikan sementara mulai 1 Januari 2020 mendatang.

Kartu Sehat Kota Bekasi Dihentikan, Warga Kecewa Nilai RS Lebih Cepat Penangannya daripada BPJS
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM - Program Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) akan diberhentikan sementara mulai 1 Januari 2020 mendatang.

Informasi pemberhentian program layanan kesehatan andalan warga Kota Bekasi itu diumukkan melalui surat edaran yang ditandatangani Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Atas kabar tersebut, warga Kota Bekasi pemegang Kartu Sehat (KS) kecewa dan menilai penanganan rumah sakit dengan menggunakan lebih cepat dibanding BPJS.

"Jujur program KS bagus bangat, lebih rumah sakit lebih cepat penanganannya lebih cepat dari pada BPJS," ujar Dido Ardian (30) warga Kota Bekasi, Sabtu (7/12/2019).

Kartu Sehat Diberhentikan Januari 2020, DPRD Kota Bekasi: Dari Dulu Sudah Diingatkan Tidak Boleh

Dido mengungkapkan memilik KS dan BPJS yang dibiaya perusahaannya. Ketika itu, saat ingin melakukan pengobatannya awalnya menggunakan BPJS, akan tetapi rumit dan berbelit.

"Makanya saya males dan buat KS. Nah pas pakai KS lebih cepat penangannya," ucap dia.

Dido meminta agar program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) KS tetap dilaksanakan. Mengingat program ini bagus dan bisa membantu warga.

"Jangan diberhentikan lah, harus tetap lanjut. Apalagi BPJS kan iurannya naik 100 persen. Orangtua saya pakai KS, kalau tidak berlaku bingung juga," ungkap dia.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved