Breaking News:

Kasus Investasi Qnet

Gugatan Rp 100 Miliar Qnet Terhadap Polres Lumajang Ditolak Hakim

Gugatan 100 Miliar Qnet Terhadap Polres Lumajang Ditolak Hakim. Simak selengkapnya dalam berita ini.

istimewa
Pengacara Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban terkait kasus Qnet. Arsal kini sudah menjadi Wakapolresta Bogor. 

TUNTUTAN ganti rugi sebesar Rp 100 miliar dalam pra peradilan terhadap Polres Lumajang ditolak hakim Pengadilan Negeri Kediri.

Pemohon Pra Peradilan adalah PT QNII (Qnet).  

Ini adalah gugatan pra peradilan terakhir yang ditolak hakim.

Website Qnet Diduga Dirancang Untuk Praktek Penipuan Lintas Negara

Sebelumnya sudah ada 4 gugatan pra peradilan yang lebih dulu ditolak hakim Pengadilan Negeri Lumajang. 

PT QNII (Qnet) menuntut ganti rugi Rp 100 miliar kepada Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban terkait penyidikan kasus investasi skema piramida yang diduga dilakukan Qnet bersama mitra usahanya, PT Amoeba Internasional. 

Arsal kini sudah berganti jabatan menjadi Wakapolresta Bogor. 

"Jadi ada 5 permohonan Pra Peradilan terkait kasus Qnet yang ditangani Polres Lumajang, dan salah satunya menuntut ganti rugi Rp 100 miliar kepada saya yang saat itu menjabat Kapolres Lumajang. Tapi semuanya sudah ditolak hakim," kata Arsal yang kini sudah menjabat Wakapolresta Bogor, Rabu (4/12/2019). 

Terkait gugatan Pra Peradilan di PN Kediri, hakim menolak seluruh dalil yang diajukan kuasa hukum Gita Hartanto (Dirut Qnet), Solichin. 

Kepala Dusun Diduga Lakukan Sumpah Palsu Dalam Sidang Pra Peradilan Kasus Investasi Qnet

Arsal mengatakan, dalam gugatannya Solichin menyatakan bahwa penyidikan yang dilakukan penyidik Tim cobra Polres Lumajang tidak tepat dan menciderai keadilan.

Dalil-dalil yang disampaikan dalam gugatannya yang menyatakan penyelidikan kepada PT Amoeba Internasional sudah pernah di lakukan oleh Bareskrim Polri tahun 2018. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved