Rabu, 29 April 2026

Cara Buka Bisnis Kopi dengan Modal Rp 10 Juta

Siapa bilang modal pas-pasan tidak bisa membuka kafe kopi? Bisnis kopi juga bisa dilakukan meski modal terbilang sedikit.

thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Jika ingin membuat kafe kopi dengan alat dan desain kafe mumpuni, modal yang diperlukan sekitar Rp 150-200 juta.

"Tapi kalau untuk dekor juga tergantung lagi konsepnya gimana, kalo coffee shop yang to much dekor ya buat aku enggak deh, karena orang ngopi nyari santainya. Balik lagi apa konsepnya," kata Yudhizt.

Untuk menentukan harga, target, dan konsep calon pebisnis kopi harus menghitung berapa modal, siapa targetnya, dan bagaimana strategi bisnisnya.

Tips Investasi Emas untuk Milenial, di Antaranya Beli dari Ukuran Terkecil

Ia percaya ide yang dekat akan memudahkan seseorang ketika mempelancar bisnisnya.

"Paling gampang, karena dia anak muda bikin sesuai dengan umurnya dia," katanya.

"Contoh nih, aku punya teman dia masih anak baru lulus SMA gitu, dia bikin sesuatu apa yang temen-temennya suka. Jadi enggak usah jauh-jauh berpikir aku harus bikin orang tua yang bisa jajan. Bikin yang relevan dengan dia aja, bikin yang bakalan lebih gampang untuk dia memasarkan," paparnya.

Hal tersebut juga akan dibawa ketika memilih mau menjual kopi yang seperti apa.

Bursa Efek Indonesia Mencatat 16 Saham Bergerak di Luar Kebiasaan Selama Bulan Ini

Kopi yang mudah diterima oleh masyarakat atau kopi yang sesuai dengan karakter pribadi si empunya usaha.

"Balik lagi tergantung marketnya, kalau aku yang umurnya bukan lagi anak sekolahan aku akan suka dengan kopi yang bener-bener single origin yang menarik profile kopinya, yang aku bisa menemukan rasa seperti ini," katanya.

Cuman yang masih anak-anak muda yang masih seneng gaul-gaul dikasih flavour-flavour.

"Kopi susu atau yang lain-lain itu bakalan seneng kayak milk shake," kata Yudhizt.

Perusahaan Software Ini Berupaya Membantu Rancang Bisnis Manufaktur

Yudhizt menyebutkan niat seseorang sangat ditentukan dalam menjalani usaha.

Jika memiliki passion maka harus update dan mengikuti tren yang ada.

Tren apa yang sedang digandrungi oleh konsumen.

"Harus update perkembangannya gimana, oh sekarang yang tren seperti ini," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved