Menurut Analis Perusahaan Properti saatnya IPO, Ini Penjelasannya
Tren industri co-living memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan, khususnya residensial dengan harga di bawah Rp 800 juta.
Pilar keempat yaitu KK Development dimana perusahaan bertindak sebagai ahli membangun rumah minimalis, efektif dan efisien sehingga harga terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini yang mampu mendorong generasi milenial memiliki properti milik sendiri.
Terakhir, pilar kelima adalah KK Vertikal.
Memanfaatkan ruang yang ada untuk dijadikan bisnis baru, seperti binatu, warung, atau tempat makan.
“Konsep yang kami tawarkan ini tentu saja membuat mitra-mitra kami dapat memilih sesuai kebutuhannya. Dan itu yang membuat kami berkembang dengan cepat karena semua pihak mendapatkan profitnya,” ujar Charles.
• Penjelasan Analis Terhadap Prospek 10 Saham Penggerak Bursa
Konsep co-living yang telah dijalankan oleh Kamar Keluarga ini memiliki ekosistem terpadu dengan jaringan yang luas, layanan lengkap, dan harga yang terjangkau.
Hanya dalam kurun waktu dua tahun, Kamar Keluarga telah memiliki 2.041 kamar yang tersebar di 75 lokasi strategis dan dekat dengan sarana TOD.
“Potensi industri ini sangat besar dan hal ini membuat kami berkembang dengan pesat serta membuat seluruh mitra kami menikmati manfaat dari passive income yang ada,” kata Charles.
• Analis Saham Menyarankan Menghindari Saham dengan Kapitalisasi Pasar Kecil dan Menengah
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Kebutuhan hunian co-living tinggi, Analis: Saatnya perusahaan properti IPO
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ihsg-jelang-liburan_92kn.jpg)