Rusuh Papua

Mahfud MD Sebut Veronica Koman WNI Penerima Beasiswa Belajar ke Australia yang Ingkar Janji

Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan, aktivis Papua Veronica Koman merupakan warga negara Indonesia yang ingkar janji.

Mahfud MD Sebut Veronica Koman WNI Penerima Beasiswa Belajar ke Australia yang Ingkar Janji
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Menko Polhukam Mahfud MD seusai acara Forkompimda di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (13/11/2019). 

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebutkan, aktivis Papua Veronica Koman merupakan warga negara Indonesia yang ingkar janji.

"Veronica Koman itu warga negara Indonesia yang mendapat beasiswa untuk belajar ke Australia, dan mengingkari janji untuk kembali ke Indonesia sebagai penerima ikatan beasiswa," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Veronica kini berstatus tersangka kasus dugaan penyebaran hoaks dan konten provokatif atas penyerangan asrama Mahasiswa Papua beberapa waktu lalu.

Menurut Mahfud, pihaknya telah menjelaskan perihal Veronica Koman kepada Pemerintah Australia.

Saat ini, Veronica Koman memang masih melakukan studi S2-nya di Australia.

 Ustadz Abdul Somad Dipanggil KPK

 Cecep Reza Meninggal Dunia, Marshanda: Aku Sangat Amat Sedih

 Mutasi Pertama Era Kapolri Jendral Idham Aziz, Firli Bahuri Bintang 3, Argo Yuwono Bintang 1

 Awas Salah Belajar! Ini Kisi-Kisi SKD CPNS 2019 Sesuai Arahan Menteri PAN-RB

"Saya sudah katakan juga ke Pemerintah Australia. Kalau kami bicara Veronica Koman bukan karena dia berbicara lantang di negara Anda, tapi ini soal hukum kami, hak hukum kami. Dia harus bertanggung jawab," tegasnya.

Lemkapi kecam pernyataan Veronika Koman

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mengecam pernyataan aktivitas sekaligus pengacara Veronica Koman yang mendiskreditkan pemerintah Indonesia, saat wawancara dengan media di Australia.

"Kami mengecam sikap Veronica Koman. Pernyataannya dalam beberapa televisi asing di Australia sungguh menyakitkan. Apalagi dia seorang tersangka," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Dr Edi Hasibuan dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Kepada media di Australia, Veronica yang menjadi tersangka penghasutan kerusuhan asrama mahasiswa Papua di Surabaya mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan hingga pemerkosaan di Indonesia.

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved