Mengaku Dukung Anies Baswedan di Pilkada 2017, Kini Kecewa Pemukimannya Dibongkar Paksa
"Kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur? Katanya dulu tidak ada penggusuran saat kampanye,"
Isu penggusuran kembali ramai diperbincangkan usai sejumlah warga Sunter mengalami penggusuran.
Penggusuran tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara dibantu oleh 1.500 personal gabungan dari kepolisian, satpol PP dan PPSU di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kamis (14/11/2019).
Penggusuran itu pun sempat ricuh karena warga bersikeras untuk mempertahankan bangunan yang telah mereka tinggali selama puluhan tahun.
• Anies Diprediksi Akan Ditinggalkan Partai Pendukung Terkait Anggaran DKI dan Peluang Menuju 2024
• Pembongkaran Bangunan Liar di Sunter Dilanjutkan, Warga Kecewa dengan Anies
• Bangungan Liar Dibongkar di Sunter Jakarta Utara untuk Lintasan Lari dan Saluran Air
Meski demikian, Camat Tanjung Priok mengklaim bahwa penggusuran yang dilakukan Pemkot Jakarta Utara sudah sesuai aturan.
"Kami sudah memberikan imbauan, surat peringatan tiga kali, menerima perwakilan warga di kantor hingga bertemu koordinator warga di tempat tinggal mereka," kata Camat Tanjung Priok Syamsul Huda, dikutip dari Antara.
Menurutnya, pemerintah telah menawarkan warga untuk dipindahkan ke rumah susun usai penggusuran.
• Istana Pastikan Ahok Tak Perlu Mundur dari PDIP Saat Menjadi Pejabat BUMN, Ini Argumennya
Sebenarnya, isu penggusuran atau penertiban ini pernah disinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada saat debat calon gubernur.
Saat itu, Anies mengatakan bahwa persoalan penggusuran bukan hanya sekadar soal pemukiman, tapi juga soal manusia.
"Di situ ada aspek sosial, aspek kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Karenanya, yang kita lakukan adalah cara modern, yang kuno itu sekedar dipindah. Itu cara kuno," kata Anies saat debat, seperti diberitakan oleh Kompas TV.
Menurutnya, cara modern yang akan ia lakukan adalah urban renewal atau peremajaan kota, baik itu ditata maupun diperbaiki.
"Sel kita saja melakukan renewal. Sel kita ini setiap hari melakukan renewal. Tapi kalau kota seringkali tidak. Begitu tertinggal, terbelakang yang kita lakukan apa? Bersihkan," papar Anies.
Bagi Anies, hal itu bukan solusi modern untuk persoalan kota seperti Jakarta.
• 18 Hari Jenderal Idham Azis Jabat Kapolri, Mengapa Posisi Kabareskrim Tetap Kosong?
Suara Korban Penggusuran
Melihat tempat tinggal mereka telah digusur, sejumlah warga Sunter meminta Anies untuk menepati janji kampanyenya.
Hal itu seperti diungkapkan oleh Subaidah, warga Sunter yang menjadi korban penggusuran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pembongkaran-bangunan-liar-di-sunter.jpg)