Pilpres 2024

Anies Diprediksi Akan Ditinggalkan Partai Pendukung Terkait Anggaran DKI dan Peluang Menuju 2024

Hal lain yang bikin berubahnya sifat Gerindra ke Anies Baswedan, dimungkinkan adanya keinginan Gerindra untuk punya kader sendiri dalam pilpres 2024

Kompas.com
Anies Baswedan di Kongres Nasdem. 

Perjuangan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta semakin sulit.

Pasalnya, di tengah terpaan kasus anggaran yang menimpa dirinya, partai-partai koalisi pengusung Anies Baswedan mulai ikut mengkritisi Anies Baswedan.

Melihat hal tersebut, pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan Anies Baswedan harus pintar-pintar mengakomodasi kelompok-kelompok yang turut berjasa membantu karier politik dirinya.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube tvOneNews, Jumat (15/11/2019), Mulanya Ujang menjelaskan bagaimana peta politik di Indonesia telah berubah pasca Pilpres 2019.

Cucu Ketiga Jokowi atau Adik Jan Ethes Diberi Nama La Lembah Manah, Ini Artinya

PKS Mau Calonin Anies Baswedan di Pilpres 2024, Siti Zuhro: Terlalu Dini dan Berlebihan

Di Acara ILC, Gubernur Anies Baswedan Diuji untuk Naik Kelas dari Ga Bener Menjadi Good Bener

Lebih spesifiknya lagi, Ujang menjelaskan setelah Gerindra bergabung dengan pemerintah, peta politik di Indonesia sudah berubah banyak.

Gerindra yang dulunya merupakan oposisi serta rival pemerintah, kini justru merapat bersama kubu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Peta politik berubah pasca pilpres," jelasnya.

Hal lain yang menyebabkan berubahnya sifat Gerindra ke Anies Baswedan, juga dimungkinkan adanya keinginan Gerindra untuk punya kader sendiri dalam pilpres 2024 nanti.

"Pasca Gerindra masuk koalisi, Gerindra juga tentu ingin punya kader sendiri di 2024," tutur Ujang.

Ujang mengatakan Prabowo memiliki kemungkinan untuk maju lagi dalam kontestasi pilpres 2024.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved