Breaking News:

KRITIK KERAS Rizal Ramli Soal Ahok Jadi Bos BUMN: Modal Keributan Doang

Rizal Ramli kritis soal Ahok jadi bos BUMN dan sebut Ahok modal keributan saja, dan berikut pernyataan lengkap Rizal Ramli.

Kolase Warta Kota
Rizal Ramli kritis soal Ahok jadi bos BUMN dan sebut Ahok modal keributan saja, dan berikut pernyataan lengkap Rizal Ramli. 

"Karena ini kan masalahnya ada legacy, warisan dari Pak Ahok yang tidak seluruhnya positif," jelas Siti Zuhro.

Lantas, ia menyebut Erick Thohir saat ini tak seharusnya menunjuk Ahok sebagai pimpinan di BUMN.

Siti Zuhro mengimbau sang menteri untuk menunggu situasi politik di Indonesia meredam seusai kontestasi Pilpres 2019.

"Nah ini bagaimana merehabilitasi itu? Tenangkan dulu, ini kan baru Pilkada 2017, Pemilu 2019 yang luar biasa juga, yang nyawa banyak hilang juga," ujar Siti Zuhro.

Analis Politik LIPI, Siti Zuhro, dan Djarot Saiful Hidayat bicara soal wacana Ahok jadi bos BUMN
Analis Politik LIPI, Siti Zuhro, dan Djarot Saiful Hidayat bicara soal wacana Ahok jadi bos BUMN (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Ia juga menyinggung soal bergabungnya Partai Gerindra ke kubu koalisi.

"Tentu ini belum sehat, meskipun katakan oposisi seperti Gerindra sudah dirangkul," jelasnya.

"Itu juga belum sekonyong-konyong langsung meredakan nuansa politik di akar rumput, belum, belum memuaskan gitu."

Siti Zuhro menambahkan, Erick Thohir perlu hati-hati dalam mengambil kebijakan.

Sebab, dikhawatirkan nama Erick Thohir akan menjadi sorotan seperti Menteri Agama, Facrul Razi.

"Oleh karena itu, tingkat satisfaction dari masyarakat itu yang harus dikelola dengan baik oleh kabinet ini," terangnya.

"Pak Erick Thohir harus hati-hati, jangan sampai menimbulkan masalah seperti Menteri Agama."

Lebih lanjut, ia juga menyoroti tentang ketidakpercayaan masyarakat terhadap Fachrul Razi sebagai Menteri Agama.

"Ini ada mosi tidak percaya dari ormas dan sebagainya pada Pak Menteri Agama, ini tidak bagus sekali menurut saya," ucap Siti Zuhro.

"Oleh karena itu jangan sampai mosi tidak percaya kepada tentu gitu ya kementrian tertentu apalagi BUMN yang digadang-gadang bisa memberikan revenue yang oke, kemanfaatan yang oke," sambungnya.

Lantas, ia menyebut Ahok lebih pantas menduduki posisi komisaris di BUMN.

"Oleh karena itu perlu dipertimbangkan, Pak Ahok lebih cocok komisaris," tuturnya.

Simak video berikut ini menit 3.48:

Said Didu Anggap Ahok Cocok Jadi Komisaris BUMN

Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Said Didu mengungkap posisi sebagai komisaris perusahaan BUMN cocok untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Said Didu menyebut posisi komisaris lebih cocok untuk Ahok dibandingkan posisi direksi.

Said Didu menyebut bahwa jabatan tersebut berkaitan erat dengan karakter Ahok yang disebutnya sering marah-marah.

Said Didu menjelaskan, posisi komisaris memungkinkan Ahok untuk memprotes pihak Istana Negara atau DPR jika kebijakan yang dibentuk merugikan BUMN.

"Ahok akan bertugas untuk meyakinkan kepada presiden bahwa 'Pak, penugasan yang bapak berikan ini merugikan BUMN'," terang Said Didu dikutip dari tayangan YouTube KOMPASTV, Jumat (15/11/2019). 

"Bertugas meyakinkan DPR bahwa 'Hey jangan siksa BUMN'," imbuhnya.

Lantas, ia menyinggung sikap Ahok yang kerap marah-marah jika menemukan suatu kesalahan di pemerintahan.

"Nah, itu kira-kira cocok karakter Ahok, tapi jangan marah-marah ke luar, marah-marahnya ke istana, dan marah-marahnya ke Senayan," jelas Said Didu.

Terkait hal itu, Presenter Aiman Wicaksono pun menanyakan soal kecocokan Ahok menjadi komisaris Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Tapi menurut Anda yang paling cocok untuk Ahok adalah komisaris BPJS?," tanya Aiman Wicaksono.

Tak menjawab, Said Didu justru hanya tertawa.

Pertanyaan Aiman itu malah ditanggapi oleh Politisi Gerindra Andre Rosiade yang balik bertanya pada Said Didu.

"BPJS Kesehatan kalau gitu bang? Kan kita butuh membenahi BPJS ini bang," ucap Andre Rosiade pada Said Didu.

Belum sampai Said Didu menjawab, Andre Rosiade kembali menimpali bahwa BPJS Kesehatan kini tak dinaungi oleh BUMN.

"Kan BPJS kan bukan di BUMN lagi, tapi ada badan khusus dia (BPJS)," terang Andre Rosiade.

Lantas, Aiman kembali memberikan pertanyaan pada Said Didu.

"Kalau seandainya mau dipikirkan, komisaris (posisi) yang paling tepat untuk Pak Ahok?," ucap Aiman.

Terkait hal itu, Said Didu menjelaskan tentang tugas seorang direksi.

"Saya pikir kan begini, direksi itu tugasnya adalah mewakili perusahaan ke luar dan ke dalam," ujar Said Didu.

"Dan Pak Ahok ada karakter ke luar itu takutnya marah-marah ke luar, kalau komisaris kan hanya marahnya ke dalam."

Pernyataan Said Didu itu justru memancing Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menyampaikan gurauannya.

"Kenapa? Pak Said tidur takut dimarahin Pak Ahok?," tanya Arya Sinulingga melalui sambungan telepon..

Lantas, Andre Rosiade menyampaikan harapannya terhadap Menteri BUMN, Erick Thohir.

Jika memang Ahok ditunjuk Ercik Thohir menjadi pimpinan BUMN, Andre Rosiade berharap sang mantan gubernur dapat mengubah karakter menjadi lebih baik.

"Ya jadi harapan kita ini kan keputusan adalah wewenang menteri, apapun keputusan Pak Erick Thohir sebelum mengangkat Pak Ahok pesan-pesan masyarakat ubahlah karakter (Ahok)," kata Adre Rosiade..

"Jadikan BUMN benar-benar tempat untuk memperbaiki diri dan perusahaan," sambungnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Polemik Pimpinan BUMN, Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro: Warisan Pak Ahok Tak Seluruhnya Positif dan di Tribunnews.com dengan judul "Penolakan Ahok Jadi Bos BUMN, Rizal Ramli: Ahok Modal Keributan Doang"

Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved