Rabu, 6 Mei 2026

Calon Gubernur DKI Jakarta

Gerindra Kukuh Sodorkan 4 Orang Calon Wakil Gubernur DKI Dikaji PKS

"Ini kan barang (dua nama) ini sudah ada di DPRD, makanya harus dievaluasi apakah orangnya atau apanya."

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik (kiri) dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo (kanan) saat melakukan konferensi pers di kantor DPD Gerindra DKI, Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018). Mereka sepakat Kursi wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno akan diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera ( PKS). 

Fraksi Partai Gerindra tetap ajukan 4 kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta yang bisa dikaji oleh partai koalisi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Alasannya, dua kader PKS yang selama ini diajukan yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto masih mandek di tengah jalan.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, kursi Cawagub DKI saat ini bukan memikirkan bahwa itu jatah PKS atau bukan.

Gerindra, kata Taufik, memandang mandeknya proses pemilihan Cawagub dari kandidat PKS justru karena sosok yang diajukan perlu dievaluasi.

“Jadi, bukan soal milik, bahwa saya kira nggak apa-apa saya mengajukan empat nama ya tinggal dipilih saja,” ujar Taufik yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Taufik menjelaskan, empat nama yang diajukan yakni  Arnes Lukman, Ferry Juliantono, Ahmad Ariza Patria dan Saefullah.

Pelaku Teror Cairan Kimia Ditangkap, Wali Kota Jakarta Barat Beri Apresiasi terhadap Polisi

Dinas Kehutanan DKI Jakarta Dianggap Tidak Serius Tangani Pohon di Ibu Kota

Dari keempat nama itu, satu di antaranya bernama Saefullah merupakan Sekretaris Daerah DKI Jakarta.

Meski demikian, Taufik mengatakan, empat nama itu harus tetap mendapat persetujuan dari PKS.

Dia mengklaim, surat pengajuan empat nama itu sudah diserahkan kepada DPP PKS beberapa waktu lalu.

“Sekarang kan setahun enggak jalan, terus masa nggak dievaluasi? Sementara ini (keputusan cawagub) nggak jalan, kan repot,” katanya.

Taufik menduga, tersendatnya proses pemilihan Cawagub DKI di DPRD karena kurangnya komunikasi PKS dengan anggota lain di fraksi.

Selain itu, dia memprediksi sosok yang diajukan PKS kurang populer sehingga pembahasan tidak bergulir.

Vitamin D Menurunkan Risiko Kanker Payudara dan Mencegah Perkembangan Sel Kanker

Cara Maksimal Mendapatkan Lebih Banyak Manfaat Vitamin D dari Sinar Matahari

“Ini kan barang (dua nama) ini sudah ada di DPRD, makanya harus dievaluasi apakah orangnya atau apanya. Kalau enggak dievaluasi kan kami enggak tahu,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohamad Arifin mempertanyakan maksud Gerindra untuk mengevaluasi dua nama Cawagub DKI yang telah diajukan.

Hingga kini, dua nama Cawagub yang diajukan PKS yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu telah berada di DPRD untuk dibahas dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DPRD.

“Prinsipnya kami menghargailah keinginan teman-teman Gerindra untuk mengevaluasi Cawagub," katanya.

"Tapi bagi PKS dua nama itu kan sudah selesai, dan kami belum ada rencana untuk mengevaluasinya,” ujarnya lagi.

Arifin menekankan bahwa dua kandidat ini telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Gerindra. Bahkan pimpinan Gerindra, termasuk Mohamad Taufik telah meneken hasilnya.

Pola Makan Sehat Ala Mediterania Meningkatkan Kesehatan Usus dan Mencegah Radang Usus

Penderita Osteoartritis Jalani Pola Makan Sehat dapat Mencegah Nyeri Sendi Muncul kembali

“Ingat itu fit and proper test adalah usulan dari Gerindra, dan sudah dapat rekomendasi untuk dilanjutkan,” katanya.

Menurut Arifin, PKS dan Gerindra sebetulnya telah sepakat bahwa sosok Cawagub berasal dari PKS dan bakal dipilih sebelum pergantian tahun 2019.

Dia menilai, kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama ini kurang optimal karena ketiadaan sosok Wagub sejak 16 bulan terakhir.

Hal itu bisa dilihat dari polemik penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Saat rapat Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) beberapa waktu lalu, banyak ditemukan anggaran tidak wajar.

Kejadian ini sebetulnya bisa diantisipasi bila kinerja gubernur juga dibantu oleh wakilnya dalam menyisir perencanaan anggaran daerah.

“Puncaknya terlihat pada penyusunan anggaran 2020 saat ini yang akhirnya ramai di media,” ujarnya.

Kenali Penyakit Jantung, Tandai Gejala-gejalanya Untuk Menyelamatkan Hidup Anda

Ayo Makan Tahu, Cegah Serangan Jantung dan Singkirkan Kanker

Dia meyakini, dua sosok yang diajukan PKS bisa membantu kinerja gubernur terutama dalam penganggaran setiap tahun.

Selain karena latar belakang pendidikannya di bidang keuangan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), mereka juga memiliki pengalaman di bidang pemerintahan atau bisnis.

Selama lima tahun Ahmad Syaikhu menjadi Wakil Wali Kota Bekasi (2013-2018), sedangkan Agung Yulianto merupakan sosok pengusaha sukses.

“Jadi sudah saatnya Pak Anies memiliki pendamping yang mengerti tentang postur anggaran, agar tidak terjadi lagi kesalahan dalam penyusunan, apalagi kejadian ini tidak ada di tahun sebelumnya,” ucap Arifin.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved