Jumat, 24 April 2026

Calon Gubernur DKI Jakarta

Gerindra Kukuh Sodorkan 4 Orang Calon Wakil Gubernur DKI Dikaji PKS

"Ini kan barang (dua nama) ini sudah ada di DPRD, makanya harus dievaluasi apakah orangnya atau apanya."

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik (kiri) dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo (kanan) saat melakukan konferensi pers di kantor DPD Gerindra DKI, Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018). Mereka sepakat Kursi wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno akan diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera ( PKS). 

Fraksi Partai Gerindra tetap ajukan 4 kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta yang bisa dikaji oleh partai koalisi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Alasannya, dua kader PKS yang selama ini diajukan yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto masih mandek di tengah jalan.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, kursi Cawagub DKI saat ini bukan memikirkan bahwa itu jatah PKS atau bukan.

Gerindra, kata Taufik, memandang mandeknya proses pemilihan Cawagub dari kandidat PKS justru karena sosok yang diajukan perlu dievaluasi.

“Jadi, bukan soal milik, bahwa saya kira nggak apa-apa saya mengajukan empat nama ya tinggal dipilih saja,” ujar Taufik yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Taufik menjelaskan, empat nama yang diajukan yakni  Arnes Lukman, Ferry Juliantono, Ahmad Ariza Patria dan Saefullah.

Pelaku Teror Cairan Kimia Ditangkap, Wali Kota Jakarta Barat Beri Apresiasi terhadap Polisi

Dinas Kehutanan DKI Jakarta Dianggap Tidak Serius Tangani Pohon di Ibu Kota

Dari keempat nama itu, satu di antaranya bernama Saefullah merupakan Sekretaris Daerah DKI Jakarta.

Meski demikian, Taufik mengatakan, empat nama itu harus tetap mendapat persetujuan dari PKS.

Dia mengklaim, surat pengajuan empat nama itu sudah diserahkan kepada DPP PKS beberapa waktu lalu.

“Sekarang kan setahun enggak jalan, terus masa nggak dievaluasi? Sementara ini (keputusan cawagub) nggak jalan, kan repot,” katanya.

Taufik menduga, tersendatnya proses pemilihan Cawagub DKI di DPRD karena kurangnya komunikasi PKS dengan anggota lain di fraksi.

Selain itu, dia memprediksi sosok yang diajukan PKS kurang populer sehingga pembahasan tidak bergulir.

Vitamin D Menurunkan Risiko Kanker Payudara dan Mencegah Perkembangan Sel Kanker

Cara Maksimal Mendapatkan Lebih Banyak Manfaat Vitamin D dari Sinar Matahari

“Ini kan barang (dua nama) ini sudah ada di DPRD, makanya harus dievaluasi apakah orangnya atau apanya. Kalau enggak dievaluasi kan kami enggak tahu,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohamad Arifin mempertanyakan maksud Gerindra untuk mengevaluasi dua nama Cawagub DKI yang telah diajukan.

Hingga kini, dua nama Cawagub yang diajukan PKS yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu telah berada di DPRD untuk dibahas dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DPRD.

“Prinsipnya kami menghargailah keinginan teman-teman Gerindra untuk mengevaluasi Cawagub," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved