Anggaran DKI

Ridwan Saidi Puji Anies Baswedan yang Ingin Tetap Kerja Tak Mau Dilengserkan Seperti Ahok

Ridwan Saidi menyoroti kisruh anggaran DKI Jakarta dengan mengkritik sistem acara ILC yang sudah berubah.

Ridwan Saidi Puji Anies Baswedan yang Ingin Tetap Kerja Tak Mau Dilengserkan Seperti Ahok
Kolase foto Youtube ILC TV One/Wartakotalive
Budayawan Ridwan Saidi menyoroti Gubernur Anies Baswedan yang tak tetap mau kerja meski banyak yang menilai buruk 

Dari rangkaian argumen Ridwan, menurut Ridwan seseorang harus berterus terang dengan keberatan yang orang tersebut miliki.

"Untuk kedepannya, kalau kita hendak menaruh keberatan terhadap cita-cita politik seseorang, yang belum tentu dia bercita-cita itu. Katakanlah terus terang," tegasnya.

Dia memberikan perumpamaan melalui sindiran sarkas.

"Misalnya, 'saya ngak kepengen anis jadi presiden' kan tinggal gampang bicara begitu," jelasnya.

Polemik Anggaran DKI Jakarta

Ridwan kembali memberikan komentar terkait anggaran DKI Jakarta yang masih menjadi polemik seusai diunggah oleh politisi PSI William Aditya Sarana.

"Nggak usah mencemplaki kasus anggaran, kalau cara jawanya gitu," ujarnya.

Dia mengingatkan politisi lain untuk tidak mencampuri urusan anggaran.

"Jadi jangan ke situ jalannya, tadi bicara transparan - transparan di dalam politik juga bisa lebih terbuka. Bisa lebih terus terang, bisa berkata terus terang dengan cara - cara yang baik tentunya kan?," tegasnya.

Belum Selesai Lem Aibon, Sekarang Disorot Upah Juru Tulis Pidato Gubernur Anies Rp 390 Juta

Menurut Ridwan, teman yang dibahas ILC tersebut juga tidak lazim, karena membahas mengenai anggaran daerah.

Meski Ridwan tidak henti mengapresiasi Karni Ilyas dalam mengemas polemik tersebut.

"Malam ini sungguh berat materi yang dihidangkan oleh ILC menyangkut hal - hal yang tidak lazim kita bicarakan, yaitu anggaran. Nggak sederhana," tuturnya.

Ridwan lantas menceritakan masa dia menduduki kursi DPR kepada hadirin di ILC.

"Waktu saya masuk pertama kali jadi anggota DPR, saya dipercaya untuk (posisi) Pimpinan Komisi APBD, saya tidak bicara ke publik. Saya belajar dulu," ujarnya.

Dia menuturkan takut salah ketika berada di kursi DPR.

Saat itu bermitra bersama Ali Wardhana, dan Widjojo Nitisastro.

"Karena mitra saya itu adalah Ali Wardhana, dan Widjojo Nitisastro. Saya takut salah," tuturnya.

Ridwan mengatakan meski usianya masih muda saat menjadi anggota DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, 1977-1982 dan 1982-1987 dia tidak sembarangan membuka mulut.

"Walaupun usia saya muda, bukan gara-gara muda kita sembarangan. Asal ngejeplak saja mulut. Asal mangap," katanya.

Dia menuturkan usia muda bukan berarti asal membuka suara, harus dipertanggungjawabkan.

"Ya orang muda nggak apa-apa deh mulutnya asal terbuka, nggak bisa begitu. Saya muda waktu saya pimpinan DPR. Saya nggak mau. Saya belajarin, saya diam, baru sudah satu tahun baru berani bicara, kita sudah tahu lika-liku anggaran," tegasnya.

Ridwan menutup argumennya untuk mengingatkan kepada generasi muda agar tidak bertindak sembarangan, terkait kepentingan publik.

"Jadilah orang muda yang benar, supaya kita nanti bisa jadi orang tua yang benar," tuturnya. 

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Ridwan Saidi Singgung Masa Kerja Anies Baswedan: Dia Tak Mau Dilengserkan seperti Bapak Ahok

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved