Transportasi Kota
Pengamat Menilai Perlu Adanya PM Perhubungan Mengenai Grab Wheel
Pengamat Menilai Perlu Adanya PM Perhubungan Mengenai Grab Wheel. Simak selengkapnya dalam berita ini.
MESKI tengah hit dikalangan anak muda, rupanya keberadaan Grab Wheel tengah menjadi sorotan masyarakat.
Sebab, penguna skuter listrik kedapatan melintas di jalur Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Bahkan Dinas Perhubungan DKI pun berencana akan mengeluarkan regulasi penguna skuter listrik itu pada Desember 2019 mendatang.
• Antisipasi Teroris, Depok Peketat Masuknya Warga Baru dan Mengawasi Rumah-Rumah Kontrakan
Atas kondisi itu, Pengamat Transportasi Joko Triyono menyatakan bahwa dengan adanya skuter listrik itu, perlu segera dibuatkan Peraturan Menteri (PM) Perhubungan.
"Harus segera dibikin PM Perhubungan," kata Joko Triyono saat dikonfirmasi, Rabu (13/11/2019).
Selain tengah menjadi sorotan adanya penguna skuter yang melintasi JPO, beberapa waktu lalu dua penguna skuter listrik tewas setelah mengalami insiden tabrak lari pada dini hari pulul 01.00 WIB.
Sehingga dengan kejadian ini perlu adanya peraturan mengenai wilayah operasional penguna skuter listrik tersebut. Selain itu juga perlu adanya batas kecepatan.
• Lama Tidak Muncul di Televisi, Amel Carla Sedang Mencoba Menjadi YouTuber
"Nah PM tadi bisa mengkaitan dengan keselamatan, misalnya hanya boleh dikawasan perumahan, atau kawasan khusus contohnya tempat wisata misalnya," ujarnya.
Tabrak Lari
Dua orang penguna grab wheel atau dikenal skuter listrik tewas usai mengalami tabrak lari di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (10/11) dini hari kemarin.
Keduanya diketahui bernama Wisnu dan Ammar serta beberapa rekannya mengalami luka-luka setelah insiden tabrak lari itu terjadi.
Salah seorang korban, Fajar Wicaksono (19) mengatakan peristiwa itu bermula ketika ia dan beberapa rekannya berkeinginan untuk menyewa skuter listrik di Mall FX Senayan, Jakarta Pusat.
• UPDATE Polisi Bilang Pengemudi Camry Turun dan Bukan Tabrak Lari, Saksi Mata: Sopir Camry Kabur
Karena skuter listrik yang didapat hanya 3, sedangkan jumlah orang ada 6, diputuskan untuk satu skuter diisi dengan berboncengan, namun setibanya di Flyover Senayan sekuter listrik milik Ammar yang saat itu berboncengan dengan Wisnu low battery.
Akhirnya, keduanya pun bertukar sekuter listrik mdengan sekuter milik Bagus yang kala itu berboncengan dengan Wanda satu dari rekannya ketika itu.
Selanjutnya, Ammar dan Wisnu melintas lurus arah FX Sudirman. Menurut Fajar kala itu, posisi skuter listrik mereka sudah berjalan di pinggir jalan. Namun, tiba-tiba saja ada mobil camry dari belakang yang menabrak kencang enam orang korban ini.
"Dari situ kami terlempar karena ditabrak dari belakang. Temen saya Bagus mental 10-15 meter, saya langsung banting sekuter pas liat temen saya terlempar jauh," kata Fajar saat dikonfirmasi, Rabu (13/11/2019).
• Segini Besaran Pendapatan CPNS Guru di Pemprov DKI Jakarta, Simak Rinciannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/skuter-listrik-grab-wheels-siap-meluncur-di-terminal-3-bandara-internasional-soekarno-hatta.jpg)