Selasa, 14 April 2026

Prabowo Minta Rapat Kerja Bareng Komisi I Digelar Tertutup, Sempat Debat dengan Effendi Simbolon

MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR, di Gedung DPR.

Penulis: Mohamad Yusuf |
WARTA KOTA/MOHAMAD YUSUF
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019). 

MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Seusai melakukan pemaparan, Prabowo Subianto meminta agar rapat digelar tertutup.

Sebab, terkait anggaran dan rahasia negara.

Kader Partai Nasdem Teriak Oposisi, Surya Paloh: Ngapain? Bodoh Sekali

Namun, hal tersebut menuai protes dari beberapa anggota Komisi I.

Salah satunya, dari anggota Fraksi PDIP Effendi Simbolon.

Ia menilai, pembahasan anggaran seharusnya terbuka.

Kapolres Donggala Tepis Dugaan Anak Buahnya Saling Tembak, Cuma Ada Sepucuk Senjata di TKP

Apalagi, sudah dilampirkan dalam paparan yang telah dibawa oleh Prabowo Subianto dan jajarannya.

"Apa urgensinya dilakukan tertutup? Ini kan anggarannya sudah jelas dan berada dalam paparan sebanyak Rp 131 triliun."

"Rp 131 triliun ini tidak rahasia. Kalau nanti ada yang mau dibahas (rahasia negara) dilakukan tertutup, silakan," tegas Effendi Simbolon.

Rangkulannya dengan Presiden PKS Disindir Jokowi, Surya Paloh: Diskursus Politik Paling Picisan!

Namun, beberapa anggota Komisi I juga ada yang mendukung rapat dilakukan tertutup, seperti yang telah dilakukan oleh para Menhan sebelumnya.

Melihat rapat diwarnai aksi protes tersebut, Meutya Hafid mengambil jalan tengah, dengan mendengarkan pendapat masing-masing fraksi.

"Kalau begitu saya tengahi. Sekarang kita dengarkan pendapat masing-masing para fraksi," jelas Meutya.

RIZIEQ Shihab Klaim Dicekal Atas Permintaan Pemerintah Indonesia, Lalu Tunjukkan Dua Dokumen Ini

Sementara, melihat tanggapan agar rapat dilakukan tersebuka, Prabowo Subianto menjelaskan dengan nada sedikit tinggi

"APBN itu sudah umum dan pihak manapun bisa mempelajari."

"Namun sebagai penyelenggara di bidang pertahanan keamanan negara seharusnya kita selalu prudent, hati-hati."

Haris Azhar: Novel Baswedan Korban di Atas Korban

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved