Sabtu, 11 April 2026

Pasar Modal

Jokowi Minta Bunga Turun Direspon Saham Bank Berguguran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta bunga kredit turun namun mendapatkan respon negatif dari pelaku pasar yang berdampak saham perbankan anjlok

thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta bunga kredit turun.

Akan tetapi permintaan Jokowi suku bunga kredit turun mendapatkan respon negatif dari pelaku pasar.

Jokowi minta bunga turun, saham perbankan anjlok.

Pada hari Kamis (7/11/2019), saham emiten bank papan atas ambles seperti harga saham Bank BRI (BBRI) turun 3,85 persen menjadi Rp 4.000 per lembar saham.

Bayar Pajak Lewat E-Commerce, Ada 3 Situs Jual Beli Elektronik untuk Bayar Pajak

Begitu juga saham Bank BCA (BBCA) anjlok 0,16 persen ke Rp 31.425 per lembar saham.

Sementara harga dua saham bank BUMN lainnya, yakni Bank Mandiri (BMRI) dan Bank BNI (BBNI) kembali menguat setelah sebelumnya sempat merosot.

Analis MNC Sekuritas, Catherina Vincentia, mengatakan, Jokowi minta suku bunga kredit turun mempengaruhi psikologis investor sehingga investor cepat merespons negatif wacana penurunan suku bunga kredit.

"Dampak terbesar intervensi pemerintah tentunya berpotensi menurunkan tingkat profitabilitas atau net interest margin (NIM) perbankan ke depan," kata dia, kemarin.

Indeks MSCI Akan Dirombak, Berikut Rekomendasi Analis

Hal ini lantaran penurunan suku bunga kredit tidak diimbangi langsung dengan penurunan cost of fund dari perbankan.

Menurut Chaterina, sekarang ini tingkat likuiditas perbankan masih ketat.

Risiko penurunan bunga kredit

Akibatnya, penurunan suku bunga akan menimbulkan risiko bagi perbankan.

"Dari pandangan kami, perbankan BUMN relatif lebih rentan terkena dampak negatif, terutama BBRI karena porsi kredit usaha rakyat yang dominan," kata Chaterina.

Analis Artha Sekuritas, Frederick Rasali, mengatakan, penurunan bunga sulit terjadi jika likuiditas bank cukup ketat.

Pasar Saham Kembali Reli, Harga Emas Hari Ini Turun Ke Level 1.480 Dollar AS

Bank enggan lantaran mencari dana menjadi lebih mahal.

Sementara, permintaan kredit masih kuat sehingga tidak ada alasan untuk menurunkan suku bunga.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved