Antisipasi Pohon Tumbang
Ini Pesan Kepala DLHK Depok Saat Hujan Lebat dan Angin Kencang
Untuk menghindari pohon tumbang dan bencana alam lainnya, Ety mengimbau masyarakat waspada dan tidak berteduh di bawah pohon saat cuaca hujan.
Penulis: Vini Rizki Amelia |
Hujan disertai angin kencang yang melanda hampir seluruh Kota Depok beberapa hari ini, menjadi perhatian khusus Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Ety Suryahati.
Untuk menghindari pohon tumbang dan bencana alam lainnya, Ety mengimbau masyarakat waspada dan tidak berteduh di bawah pohon saat cuaca hujan.
“Pertama antisipasinya, jangan berdiri maupun berteduh di bawah pohon. Karena semua pohon, kalau anginnya kencang, maka rawan tumbang. Walaupun pohon terlihat kuat dan sehat,” ujarnya di Balai Kota Depok, Jumat (08/11/2019).
• Dari 56 Instansi, Cuma Pemkot Depok yang Buat Syarat Diskriminatif di CPNS 2019
Diakuinya, jika terjadi angin kencang, tidak hanya pohon yang berpotensi tumbang.
Tetapi, juga papan reklame, asbes, rambu lalu lintas maupun baliho.
Ety menyarankan, jika cuaca mulai membahayakan terutama saat angin kencang, berteduhlah di tempat yang aman.
• Begini Momen Satpol PP Depok saat Bongkar Pemukiman dan Pohon Jati meski Ditolak Warga
“Perhatikan juga segala benda yang kemungkinan terbang karena terbawa angin, seperti seng, dahan pohon, potongan kayu dan lain-lain. Ini juga bisa menimbulkan bahaya,” tuturnya.
Ety berpesan kepada pengendara maupun pengguna jalan lainnya, untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan, jika hujan dan angin kencang masih terus berlangsung.
Pasalnya, DLHK tak bisa memrediksi cuaca dan pohon tumbang, bahkan menurut Ety, pohon yang teridentifikasi sehat bisa saja roboh akibat angin kencang.
• 2020, Depok Akan Hidupkan Lagi Jalur Sepeda di Jalan Margonda
“Kami juga sudah memberikan rambu terhadap sejumlah pohon rawan tumbang di beberapa wilayah. Diharapkan masyarakat peduli dan memperhatikan hal-hal tersebut,” kata Ety.
Pangkas Pohon
DLHK Kota Depok terus melakukan pemangkasan pohon rindang maupun dahan pohon yang terlihat rapuh.
Hal ini sebagai langkah antisipasi terjadinya pohon tumbang, mengingat cuaca buruk sedang melanda hampir di seluruh Kota Depok.
• Warga Depok yang Ingin buat Paspor Tak Perlu ke Kantor Imigrasi, Sekarang Bisa Urus di Mal Detos
Ety mengatakan, terdapat 50 orang dari satuan tugas (Satgas) Pohon yang terbagi dalam empat tim untuk selalu monitoring.
“Setiap hari Satgas berkeliling ke wilayah barat maupun timur untuk mengidentifikasi pohon yang rawan tumbang. Selanjutnya kami lakukan perampingan dahan atau pemangkasan pohon,” ujar Ety.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/perampingan-pohon-di-depok.jpg)