Kamis, 7 Mei 2026

Jokowi Perintahkan Perbankan Segera Turunkan Bunga Kredit

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta perbankan nasional menurunkan suku bunga kredit.

Tayang:
instagram @jokowi
Joko Widodo (Jokowi) dilantik menjadi Presiden periode 2019-2024 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta perbankan nasional menurunkan suku bunga kredit.

Hal itu seiring telah dipangkasnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) beberapa kali.

"Saya mengajak untuk memikirkan secara serius untuk menurunkan suku bunga kredit."

Fadli Zon Klaim Jadi Orang Pertama yang Usulkan Prabowo Jadi Menteri Pertahanan

"Negara lain sudah turun, turun."

"Kita BI rate sudah turun, banknya belum, ini saya tunggu," ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan saat acara Peresmian Pembukaan Indonesia Banking Expo 2019, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

"Tepuk tangan berarti setuju. Oke, dicatat lagi," sambung Jokowi.

Bukan Cadar dan Celana Cingkrang, Ini Ciri Orang Terpapar Radikalisme Menurut Kepala BNPT

Tercatat, suku bunga acuan Bank Indonesia sudah turun sebanyak empat kali, dari 5,75 persen pada Juli 2019, menjadi 5 persen pada Oktober 2019.

Selain itu, Jokowi juga meminta perbankan di Tanah Air untuk menyiapkan diri dan berkolaborasi dengan non bank dalam menghadapi persaingan global.

"Jangan kerja sendiri-sendiri."

Fadli Zon Ternyata Sempat Puasa Komentar Selama Sebulan, Kini Ia Mulai Bicara Lagi

"Saya ingat 5 tahun lalu saya perintah ke Menteri BUMN, ngapain sih ini bank bikin ATM sendiri-sendiri?"

"Buat satu saja cukup, tapi bisa dipakai empat bank, semua bank," papar Jokowi.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, BI berpeluang kembali menurunkan suku bunga 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR).

Setelah Diskusi dengan BNPT Soal Radikalisme, KPK Bakal Atur Cara Berpakaian Pegawainya

Hal ini lantaran Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) telah memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin pada 29-30 Oktober 2019.

Meski ada peluang BI kembali menurunkan suku bunga acuan, Direktur Bank Danamon Rita Mirasari menilai, peluang penurunan bunga kredit dan sejenisnya di bank masih belum bisa ditentukan.

Sebab, menurutnya, pihaknya masih perlu melihat aspek perekonomian secara global.

Ada Daerah Tak Berpenghuni tapi Dapat Dana Desa, Ini yang Bakal Dilakukan Sri Mulyani

"Selama ini kami masih melihat kondisi pasar di luar. Kami melihatnya masih terkait eksternal," kata Rita, Senin (4/11/2019).

Sementara, Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, penurunan suku bunga harus ditelaah lagi secara internal.

Misalnya, pada segmen perbankan terhadap rasio pertumbuhan kredit (Loan to Deposit Ratio).

Andi Arief Sebut Prabowo Lebih Cerdik Ketimbang Ahok, Lalu Bawa-bawa Kerusuhan Mei 2019

"Kami lihat juga mengenai funding development di banking industry."

"Kalau funding-nya masih tight, kami lihat lagi segmen mana saja yang masih bisa kami turunkan."

"Jadi masing-masing segmen itu memiliki profitability dynamics berbeda," terangnya.

NasDem dan PAN Bakal Bertemu, Zulkifli Hasan Sebut 2024 Sebentar Lagi Nyampe

Selain itu, perbankan juga akan melakukan review berdasarkan perubahan suku bunga dari BI.

Mulai segmen korporasi, komersial, Sarana Multi Infrastruktur (SMI), konsumer, KPR, hingga mikro.

"Biasanya kita lakukan review dari funding, liabilities, juga ke suku bunga untuk lending-nya."

Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, Ahmad Dhani Bilang Kita dari Nol Lagi

"Karena kami masing-masing sangat kompleks," kata Siddik.

Pada 24-25 Oktober 2019, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan 7DRRR sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen.

Sebelumnya, BI sudah menurunkan suku bunga sebesar 25 bps pada September 2019. (Seno Tri Sulistiyono)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved