Minggu, 26 April 2026

Lalu Lintas

Warga dan Pengemudi Mengeluhkan Pembangunan Flyover Cipendawa yang Mengakibatkan Kemacetan Parah

Arus lalu lintas di perempatan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Bantar Gebang, Kota Bekasi nampak macet parah.

Penulis: Luthfi Khairul Fikri |
Warta Kota/Luthfi Khairul Fikri
Arus lalu lintas di perempatan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Bantar Gebang, Kota Bekasi nampak macet parah, Senin (4/11/2019). 

Arus lalu lintas di perempatan Cipendawa, Jalan Raya Narogong, Bantar Gebang, Kota Bekasi nampak macet parah.

Pantauan Warta Kota, Senin (4/11/2019), kemacetan karena adanya penyempitan jalan akibat pembangunan proyek flyover Cipendawa.

Jalan yang awalnya memiliki dua lajur, kini hanya menjadi satu arah baik kala menuju Bekasi maupun sebaliknya ke Cileungsi.

Arus lalu lintas di perempatan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Bantar Gebang, Kota Bekasi nampak macet parah, Senin (4/11/2019).
Arus lalu lintas di perempatan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Bantar Gebang, Kota Bekasi nampak macet parah, Senin (4/11/2019). (Warta Kota/Luthfi Khairul Fikri)

Terpantau juga, traffic light di perempatan tersebut tidak berfungsi dan tak ada petugas keamanan yang mengatur sehingga membuat kendaraan saling serobot dan berupaya saling mendahului.

Sesekali, adu klakson juga seringkali terjadi di lokasi perempatan Cipendawa Jalan Raya Narogong, Bantar Gebang itu.

Ditambah lagi, di lokasi, kerapkali dilintasi kendaraan besar dan volume kendaraan yang tinggi dengan didominasi truk pabrik, dan pemerintah, serta mobil pribadi.

Salah seorang warga bernama Anton (28) mengeluhkan terjadinya kemacetan di dekat rumahnya.

“Macet parah memang setiap hari begini terjadi,” ujar Anton kepada Wartakota saat ditemui di lokasi perempatan Cipendawa Jalan Raya Narogong.

Sindikat Curanmor Taman Sari Menggunakan Senjata Api di Setiap Aksi yang Dilakukan

Menurutnya, akibat kerugian dari kemacetan itu banyak didapat. Selain, meganggu rutinitasnya dalam bekerja pun juga menambah debu di rumahnya.

Anton yang tinggal bersama keluarganya di Jalan Pendawa No 132, RT 05/03 itu berharap pemerintah untuk segera cepat menyelesaikan proyek flyover tersebut.

Di tempat sama, Agus (38), pengendara ojek online justru lebih memilih menikmati kemacetan dipersimpangan itu karena terkadang digunakan untuknya dalam mengantar konsumennya.

"Ya rutin harus macet-macetan tiap hari begini. Mau lewat mana lagi, ini jalur saya biasanya naik motor,” jelasnya.

Dia menambahkan lebih pasrah dengan kondisi jalan yang begitu saat sudah terjebak macet di lokasi perempatan Cipendawa Jalan Raya Narogong itu.

Avriellia Shaqqila Merasa Dirinya Dijebak Saat Ditangkap Polisi Terkait dengan Prostitusi Online

Sementara, pengendara lainnya bernama Anita (46) mengaku kewalahan saat melintas di lokasi perempatan Cipendawa Jalan Raya Narogong.

Baginya, jalur ini sangat menyita banyak waktu. Ditambah lagi banyaknya kendaraan besar yang melintas.

"Dibilang rugi pasti, sangat menyita waktu juga kan. Pusing deh kalau lewat sini ditambah banyak truk juga lagi," tuturnya.

Dia pun hanya berharap agar proyek pembangunan flyover Cipendawa itu cepat rampung dan pengerjaan kontruksi dapat dilakukan pada malam hari.

Adapun, dimensi jembatan Cipendawa memiliki panjang 830 meter dengan lebar 15 meter.

Sedangkan panjang jembatan Rawapanjang memiliki panjang yang mencapai 730 meter dan lebar 14 meter.

Pria Perancang Hukuman Cambuk Tertangkap Basah Selingkuh Malunya Mak Dicambuk Melebihi Dihukum Mati

Sosok Pria Terperangkap di Tubuh Bocah 6 Tahun Dampak Hantaman Batu di Kepala Saat Masih Kecil

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved