Rabu, 8 April 2026

APBD DKI

UPDATE Ditanya e-Budgeting, Ahok Sebut Anies Terlalu Over Pintar

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai gubernur sekarang Anies Baswedan terlalu pintar (smart).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka pameran foto bertema , digelar selama dua hari pada Sabtu (19/10/2019) dan Minggu (20/10/2019) dari pukul 09.00 sampai 17.00. 

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai gubernur sekarang Anies Baswedan terlalu pintar (smart).

Hal itu dikatakan Ahok saat diminta tanggapan tentang komentar Anies yang menilai sistem e-budgeting warisan gubernur sebelumnya tidak pintar meski sudah berbentuk digital.

“Bisa nanya ke Ibu Tuty mantan Kepala Bappeda DKI (Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) dan mantan anak magang saya dulu,” kata Ahok melalui pesan singkat kepada wartawan pada Kamis (31/10/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai pengambilan sumpah Anggota DPRD 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8/2019).
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai pengambilan sumpah Anggota DPRD 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8/2019). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

“Aku sudah lupa definisi smart seperti apa, karena pak Anies terlalu over smart,” tambah Ahok.

Menurut dia, sistem e-budgeting yang dibuat saat kepemimpinannya itu dapat mengetahui adanya potensi mark up atau penggelembungan anggaran.

Kata dia, sistem tersebut sudah tersusun dengan baik, sehingga pegawai pemerintah daerah tidak bisa asal memasukan kegiatan.

VIRAL Pasien Siuman Setelah Koma 10 Tahun Bocorkan Informasi dari Mulutnya yang Sangat Mengagetkan

“Iya bisa tahu beli apa aja dari perencanaan awal yang sudah masuk, dan sistem semua nggak bisa asal masukin. Kan sistem sudah diinput harga satuan barangnya, kecuali harga satuan semua diubah,” ujar Ahok.

Ahok mengatakan, rincian komponen rill beserta nilai anggaran seharusnya sudah disusun di sistem e-budgeting.

Dengan demikian, penganggaran yang dilakukan pemerintah melalui sistem e-budgeting bisa dikontrol dengan baik.

TERUNGKAP Isu Bu Tien Wafat karena Baku Tembak Rumor, Mantan Kapolri Bantah Isu Negatif Tersebut

“Iya harus (dimasukan rincian komponen) dari awal dan jadi mudah kontrolnya,” katanya. (faf)

Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi
Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi (Warta Kota/Desy Selviany)

Pimpinan Jangan Tinggal Tanda Tangan Saja

Sebelumnya Wartakotalive melaporkan, Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengevaluasi temuan anggaran lem aibon dari Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat yang mencapai Rp 82,8 miliar.

Rustam meminta pemimpin di setiap unit teliti dengan pengajuan anggaran.

Kata Rustam, jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Camat hingga Lurah harus serius memperbaiki mekanisme pengusulan perencanaan penganggaran.

HEBOH Acara Pemakaman Berantakan Gara-gara Pelayat Mabuk Setelah Makan Kue, Ini Kronologinya

"Awasi itu secara ketat dan berjenjang mulai dari esselon terendah dampai dengan esselon tertinggi di satu unit Organisasi Perangkat Daerah," kata Rustam dalam keterangan tertulisnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved