Moeldoko Ungkap Jokowi Minta Polisi Tak Jaga Ketat Demonstran dan Datang Saat Anarkis, Berani?
BANYAK pihak menganggap pemerintah paranoid terhadap aksi demonstrasi di seberang Istana Negara, Jakarta.
Penulis: |
BANYAK pihak menganggap pemerintah paranoid terhadap aksi demonstrasi di seberang Istana Negara, Jakarta.
Sebab, bukan sekali dua kali dilakukan penutupan ruas jalan menuju Istana Merdeka terkait demonstrasi tersebut.
Kawat berduri menutup hampir semua akses menuju Istana. Hal ini mengakibatkan kemacetan panjang hingga ke jalan-jalan alternatif.
• Setuju Rencana Larangan Cadar di Instansi Pemerintah, Menko PMK: Ganggu Pelayanan Publik
Kepolisian bahkan memblokade jalan Merdeka Barat dengan kawat berduri, dan mobil pengurai massa diparkir melintang di tengah-tengah jalan.
Alhasil, massa yang hendak aksi hanya bisa berdemonstrasi di dekat patung kuda, atau di depan Kementerian Pariwisata saja.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membantah itu merupakan bentuk pemerintah mengekang kebebasan berpendapat apalagi disebut paranoid.
• Dalang Percobaan Pembunuhan Suami oleh Istri dan Selingkuhan Diciduk di Maluku, Hukuman Mati Menanti
"Enggak lah, demokrasi kita sudah maju, enggak ada mengekang," tegasnya, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/11/2019).
Moeldoko menjelaskan, Presiden Jokowi sempat menyampaikan agar sekali-sekali Polri tidak menjaga ketat para demonstran.
"Tadi Presiden mengatakan, coba sekali-sekali Polri tidak perlu jaga demo. Ini maknanya apa? Presiden peduli soal itu," ucap Moeldoko.
• Pemprov DKI Anggarkan Lem Aibon Rp 82 Miliar, Menko PMK: Yang Penting Habis Keliru Dibenahi
Moeldoko menuturkan, kepolisian mungkin tidak harus selalu menjaga demonstrasi secara ketat.
Menurutnya, saat keamanan diperketat, dikhawatirkan peserta demonstrasi malah berulah.
"Menjauh saja aparatnya. Kita perlu coba itu. Pas anarkis baru kita datang," papar mantan Panglima TNI itu.
• Rencana Larangan Cadar di Instansi Pemerintah, PKS: Itu Ruang Privat, Jangan Diintervensi Negara
Dia melanjutkan, Presiden Jokowi belum menyampaikan keinginan itu pada Plt Kapolri Komjen Ari Dono maupun calon Kapolri Komjen Idham Azis.
Moeldoko sependapat, memang perlu cara baru dalam menghadapi dan menangani demonstrasi.
"Baru dalam rapat internal presiden sampaikan itu."
• Wakil Ketua Komisi A DPRD Semprot Kader PSI yang Bocorkan Dokumen KUA-PPAS DKI: Jaga Tata Krama!