Senin, 27 April 2026

Berita Jakarta

WOW, Bukan Hanya Pengadaan Lem Aibon, Pengadaan Pulpen Juga Capai Ratusan Miliaran Rupiah

Pengajuan anggaran pulpen dalam KUA PPAS DKI Jakarta tahun 2020 dinilai tidak wajar dengan besaran anggaran mencapai Rp 123,8 miliar

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Suprapto
twitter @willsarana
Pengajuan anggaran pulpen dalam KUA PPAS DKI Jakarta tahun 2020. Pengajuan anggaran tersebut dinilai tidak wajar karena jumlah pengajuannya mencapai Rp 123,8 miliar. 

Pengajuan anggaran pulpen dalam KUA PPAS DKI Jakarta tahun 2020 dinilai tidak wajar dengan besaran anggaran mencapai Rp 123,8 miliar

TERNYATA bukan hanya anggaran pengadaan lem aibon Dinas Pendidikan DKI yang bernilai fantastis, yakni sebesar Rp 82,8 miliar.

Anggaran pengadaan pulpen Dinas Pendidikan DKI Jakarta dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) DKI Jakarta diketahui juga mencapai Rp 123,8 miliar.

Hal tersebut disampaikan oleh Eko Pramono dalam kolom komentar kicauan anggota Fraksi PSI Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, William Aditya Sarana, lewat akun @willsarana terkait pengadaan lem aibon pada Selasa (29/10/2019).

Serupa dengan William, Eko menyertakan bukti tangkapan layar pengadaan pulpen KUA PPAS pada tahun 2020 mendatang.

Gara-gara Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 Miliar, Situs APBD DKI Tak Bisa Diakses, Benarkan Salah Input?

Lem Aibon Seharga Rp 82,8 Miliar, PSI Soroti Kejanggalan KUA PPAS DKI Jakarta 2020

Tertulis, besaran anggaran pengadaan yang termasuk dalam kategori barang dan jasa berupa alat tulis kantor itu mencapai 123,8 miliar, yakni berasal dari harga pulpen Rp 105.000 per buah dikalikan sebanyak 98.322,857 buah pulpen.

"Tuh om pengadaan bolpen 123 milyar geloooo," tulis Eko lewat akun @lekopr kepada William pada Rabu (30/10/2019).

"Jadi jumlah pekerjanya : 98.322. Dikasih ballpoint seharga 105.000 permasing orang. 10M lebih. Ballpointnya diganti tiap bulan selama 12 bulan pertahun. Jadinya 123M. Wow. Jadi setiap pekerjanya sebanyak 98.322 mendapatkan ballpoint seharga 105.000 tiap bulannya," balas @Afdaldh.

VIRAL! Wanita Selama 4 Tahun Berjalan Tanpa Alas Kaki, Ternyata Manfaatnya Terasa Luar Biasa

Sementara Uki leawat akun @Uki23 menyebutkan dirinya penasaran dengan banyaknya pengajuan anggaran tidak lazim.

Dirinya pun mengakses tautan pengajuan lem aibon yang kini telah diblokir oleh Pemerintah provinsi DKI Jakarta.

https://apbd.jakarta.go.id/main/pub/2020/1/4/rka/221/list?cd=dW5pdD0xMDEwMTMwMSZpZGdpYXQ9NTY1NTcz.

Diketahui, pengadaan lem aibon tersebut berasal dari Suku DInas pendidikan Jakarta Barat untuk kebutuhan belajar mengajar siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) selama setahun.

"Karena penasaran sama temuan bro @willsarana, aku telusuri temuan beliau ini: Anggaran Suku Dinas Pendidikan Kota Jakbar untuk 'Penyediaan Biaya Operasional Pendidikan SD Negeri' sebesar 82 miliar lebih dan aku lihat detailnya, 82 miliar itu semua cuma untuk beli LEM AIBON!," jelasnya melengkapi video yang diunggahnya.

Yudha Hertanadi lewat akun @hertanadi membandingkan antara besaran anggaran yang diajukan dalam pembelian lem aibon dengan harga lem serupa di pasaran.

Diketahui, keuntungan dari selisih harga yang diajukan dengan mencapai tiga kali lipat, sebab harga lem dalam pengajuan sebesar Rp 180.000 per kilogram, sedangkan harga lem dipasaran hanya sebesar Rp 65.000 per kilogram.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved