Pasar Modal
Ada 3 Indeks Baru Akan Diluncurkan oleh Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan merilis tiga indeks baru yang berorientasi ramah lingkungan (green) pada tahun depan.
WARTA KOTA, PALMERAH---- Bursa Efek Indonesia (BEI) akan merilis tiga indeks baru yang berorientasi ramah lingkungan (green) pada tahun depan.
Indeks hijau adalah indeks yang berisikan saham-saham yang yang memenuhi penilaian environmental, social, and governance (ESG) atau bisnis yang berkelanjutan.
Asal tahu saja, standar ini mengukur bagaimana perusahaan bisa beroperasi dengan risiko bisnis yang terkelola dengan baik.
Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, mengatakan, BEI telah menangkap minat besar di area sustainable atau green investing.
• Fintech P2P Lending Berizin Usaha Siap Menggarap Produk Syariah
“Sehingga pada tahun ini, BEI telah melakukan pengkajian mengenai green atau ESG indeks, rencananya tahun depan akan segera dirilis,” kata Hasan kepada Kontan.co.id.
Hasan mengatakan, target audiens indeks hijau ini sensitif, artinya tidak hanya investor domestik saja yang menjadikannya pedoman investasi tetapi juga investor asing.
Selain bekerja sama dengan Sri Kehati, BEI juga akan menggandeng institusi riset atau index provider asing yang sudah diakui kemampuannya untuk melakukan scoring pada emiten-emiten yang akan jadi konstituen green index nanti.
• Ini yang Menjadi Penghambat Program 1 Juta Rumah
Rencananya tiga indeks yang akan dikeluarkan adalah indeks hijau dengan tema yang berbeda-beda.
Hasan mengatakan, indeks yang pertama adalah Headline Index ESG yang belum dimiliki bursa Indonesia.
Nantinya indeks tersebut akan berisikan saham-saham jagoan atau bisa dikatakan sebagai most liquid sustainble index.
Indeks kedua nantinya kurang lebih punya variasi konstituen yang lebih banyak seperti IDX80 atau LQ45 yang maksimal isinya 100 konstituen saham-saham hijau.
Hasan mengatakan, indeks ketiga yang kemungkinan bakal diterbitkan adalah sustainable islamic index atau indeks hijau syariah.
• Ekonomi Dunia Melemah, Ini Penjelasan BEI dan OJK soal Proyeksi Pertumbunan Pasar Modal Tahun Depan
Hasan mengatakan, penerbitan saham ini akan dibagi dalam dua termin, yakni pertama diluncurkan pada semester I 2020.
Sisanya akan dilanjutkan di semester II 2020.
Sebab, menurut Hasan, indeks dengan konsep baru ini perlu waktu untuk diserap pasar.