Teknologi
Upaya Menekan Angka Risiko Kecelakaan Kerja dengan Integrated Safety Design Ditawarkan Utomodeck
Partisipasi para pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek K3 bekerja di ketinggian, khususnya dalam aspek pencegahan kecelakaan.
Tingginya angka kecelakaan kerja, khususnya jatuh dari ketinggian yang mencapai 40 persen pada tahun 2018, menunjukkan rendahnya kesadaran pada keselamatan kerja.
Padahal aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus diperhitungkan, sejak dini, mulai dari tahap perencanaan sebuah bangunan.
Terkait hal tersebut, Managing Director Utomodeck Group, Anthony Utomo menggelar forum Integrated Safety Design bersama sejumlah stakeholder, yakni pengembang, arsitek maupun regulator, yang diselenggarakan di Hotel Ritz Mega Kuningan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sosialisasi tentang perencanaan K3 tersebut, yang diungkapkan Anthony, bertujuan untuk mendorong partisipasi para pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek K3 bekerja di ketinggian, khususnya dalam aspek pencegahan kecelakaan.
"Salah satu kecelakaan kerja yang mendominasi adalah jatuh dari ketinggian, di mana hal ini terjadi baik pada tahap konstruksi dan juga tahap perawatan suatu bangunan," ungkap Anthony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (27/10/2019).
Namun, dijelaskannya, peningkatan peralatan keselamatan pada suatu infrastruktur menjadi tantangan bagi para pelaku industri.
• Penghuni AMPR Minta Pemilihan Ulang Pengurus P3SRS karena Tidak Sesuai Pergub 132
Sebab, diketahui, K3 yang diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 19 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 49 Tahun 2018 itu membutuhkan investasi yang besar.
Selain itu, perkembangan desain, teknologi serta arsitektural bangunan yang semakin unik dan futuristik memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku industri dalam melakukan pemeliharaan.
"Salah satu contoh yang pernah dihadapi adalah bagaimana kita melihat beberapa bangunan yang memiliki arsitektural unik seperti bandara, bangunan komersial, bangunan pabrik, perkantoran yang pada awalnya terlihat indah, namun seiring berjalannya waktu terlihat kotor dikarenakan kesulitan dalamakses melakukan perawatan," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya bersama MSA Latchways melaksanakan capacity building dengan menghadirkan tenaga ahli pengaman kejatuhan, yakni Andrew Pass dari Inggris.
Kehadirannya diharapkan dapat memaparkan konsep 'Design for Safety' kepada stakeholder, yakni pengembang, arsitek maupun regulator.
Konsep tersebut lanjutnya, bertujuan agar meningkatkan partisipasi yang lebih luas dari stakeholder perencanaan bangunan.
• Pelaksanaan Niat Keliling Indonesia dengan Berjalan Kaki Jadi Bukti Watimin Cinta NKRI
Sehingga, bukan hanya manajer proyek ataupun manajer K3, tetapi juga melibatkan para arsitek, pemilik bangunan, main-contractor maupun sub-controctor.
"Dalam kesempatan ini MSA Safety bersama Utomodeck juga memperkenalkan produk engineered lifeline system untuk mendukung konsep 'Design for Safety'.
Engineered lifeline system dapat menjadi salah satu solusi dalam memberikan akses serta keamanan pada pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan kerja jatuh dari ketinggian," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/diperlukan-partisipasi-para-pelaku.jpg)