Rabu, 29 April 2026

Aksi Terorisme

Lagi Bermain Bulutangkis, Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Pekayon Kota Bekasi

“Saya hanya di luar, tidak masuk. Saya melihat (Hendri Chaniago) keluar gedung digandeng dua orang lalu dimasukkan ke dalam mobil,” kata Sigit.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam |
Warta Kota/Muhammad Azzam
Rumah terduga teroris Hendri Chaniago, di Pekayon, Kota Bekasi. 

Seorang terduga teroris dibekuk anggota Datasemen Khusus Antiteror (Densus 88) di Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Terduga teroris bernama Hendri Chaniago (33) diringkus  Sabtu (26/10/2019) sekitar pukul 10.00 WIB di Gedung Olahraga Bulutangkis.

Ketua RT setempat, Sigit menceritakan detik-detik proses penangkapan terduga teroris tersebut.

Ketika itu, Sigit diminta mendampingi Densus 88 untuk proses penangkapan terhadap Hendri Chaniago.

"Enggak tahu tiba-tiba saja saya langsung minta dampingi dan cepat dilakukan proses penangkapannya," kata Sigit, Minggu (27/10/2019).

Namun, Sigit tak mendampingi proses penangkapan itu karena dia berada di luar gedung bulutangkis.

Alasan Prilly Latuconsina Bangun Rumah Empat Lantai Tanpa Lift

Ini yang Membuat Prilly Latuconsina Tak Sabar Menanti Menghuni Rumah Baru Berlantai Empat

Ketika diamankan, terduga teroris itu dipakaikan penutup kepala dan langsung dibawa ke mobil.

“Saya hanya di luar, tidak masuk. Saya melihat (Hendri Chaniago) keluar gedung digandeng dua orang lalu dimasukkan ke dalam mobil,” kata Sigit.

Setelah penangkapan, polisi menggeledah kediaman Hendri di Taman Century 2, tak jauh dari lokasi lapangan bulutangkis tersebut.

Di rumah terduga tersangka teroris, polisi menyita perlengkapan camping yang disimpan di dalam tas ransel.

Ketua RW tempat tinggal terduga teroris Hendri Chaniago, Asifa menjelaskan, terduga teroris merupakan warga baru di lingkungannya.

Terduga teroris membeli rumah yang ditempati tersebut pada Agustus 2019  setelah sebelumnya sempat direnovasi kurang lebih selama satu tahun.

Berburu Makanan Khas Betawi di Festival Kelapa Dua Raya, Cicipi Dodol Langsung dari Wajan

DPD PDI Perjuangan Jakarta Bentuk Komisi Pemberantasan Plastik, Sarankan Pakai Tas Jinjing

Sebelum menempati rumah itu, terduga teroris menyewa rumah tidak jauh dari rumah yang sedang direnovasinya.

“Kesehariannya usaha dagang pakaian dan punya banyak konter setahu saya di Giant, ada beberapa itu konternya. Terus sering ketemu juga berjamaah di masjid sini,” katanya.

Saat penggeledahan rumah, kata Asifa, dia juga sempat diminta untuk menyaksikan.

Saat itu,  petugas menggeledah tiga kamar dan satu gudang yang berada di lantai atas.

Petugas mengambil tas ransel yang berisi matras dan jas hujan. Tidak ada barang-barang yang signifikan.

“Prinsipnya, kami di sini mendukung program pemerintah termasuk terorisme. Kalau salah ya silakan ditindak, tapi jika tidak ya agar dipulangkan ke keluarganya,” ucapnya.

Tingkatkan Hubungan Baik dengan Penghuni, ICM Gelar Community Gathering 2019

Social Bella Gandeng Lazada Jual Produk Kecantikan dan Perawatan Diri Bersertifikat BPOM

Dia mengatakan,  Hendri Chaniago tinggal di rumah itu bersama istri dan lima  anak, serta dua pembantu. Istri Hendri, saat ini sedang hamil tua.

"Jadi normal-normal aja si, engga ada yang tahu atau nyangka kalau dia terlibat terorisme," kata dia.

Informasi yang dihimpun, Hendri ditangkap karena berbaiat kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi, mengikuti pelatihan militer di Gunung Ceremai.

Selain itu, Hendri Chaniago dianggan mengetahui pembuatan bahan peledak yang dirakit oleh Endang alias Jenggot yang ditangkap pada Mei 2019.

Tiga terduga teroris

Hendri Chaniago merupakan salah satu dari tiga terduga teroris yang dibekuk Densus 88, di Bekasi, Sabtu (26/10/2019).

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto membenarkan tentang penangkapan terduga teroris oleh Densus 88.

"Iya, benar ada penangkapan (3 terduga teroris di Bekasi) Sabtu kemarin," ujar Indarto ketika dikonfirmasi, Minggu (27/10/2019).

Penangkapan pertama yakni Jimmi Febrian (34) di Pondok Ungu Permai, Bekasi Utara Pukul 07.50 WIB.

Kemudian terduga teroris berinisial Rustam, (39). Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah itu diringkus di Margajaya, Bekasi Selatan sekitar pukul 09.30 WIB.

Ketiga, Densus 88 mencokok Hendri Chanigo (33), pria domisili di Pekayon Jaya sekitar pukul 10.44 WIB.

"Lebih rincinya biar Densus yang jelaskan ya, kami (polres) hanya back-up," kata Indarto.

6 Hari Kerja, Pekerja Rumah Tangga Gasak Uang dan Perhiasan Senilai Ratusan Juta di Rumah Majikan

Penggeledahan rumah terduga teroris juga dilakukan di di Perumahan Griya Setu Permai 1, Setu, Kabupaten Bekasi.

"Iya benar Densus 88 dibackup Polres lakukan penggeledahan rumah terduga teroris," ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara.

Candra mengatakan, penggeledahan rumah itu dari hasil penangkapan terduga teroris bernama Suranto Giatmoko (39) di Jalan Pangkalan 9, Limus Nunggal, Cileungsi, Bogor.

Petugas menyita sejumlah barang  dari rumah terduga teroris tersebut.

Mulai dari anak panah, busur panah hingga papan target anak panah.

"Barang bukti dan terduga teroris dibawa ke Densus," kata Candra.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ketiganya berbaiat kepada Abu Bakar Albaghdadi.

Ingin Irama Detak Jantung Anda Terdengar Indah, Coba Makan Jeruk Bali Demi Kesehatan Tubuh

Terduga teroris itu ditengarai berpartisipasi dalam kegiatan paramiliter/i'das di Gunung Ciremai, Jawa Barat, pada Maret 2019.

Ketiganya juga disebut mengetahui ihwal perakitan bahan peledak oleh Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot.

Pak Jenggot sudah lebih dulu dibekuk polisi pada Mei 2019. Dia diduga berafiliasi dengan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved