Lifestyle

DPD PDI Perjuangan Jakarta Bentuk Komisi Pemberantasan Plastik, Sarankan Pakai Tas Jinjing

"Penggunaan totebag merupakan hal yang tepat, karena benda itu dapat digunakan berkali-kali, bahkan kalau kotor bisa dicuci.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
(Dari kiri ke kanan) Bane Manalu (Pembicara), Eriko Sotarduga (Pengurus DPP), Nadhif (Pembicara), William Yani (Pengurus DPD), Bambang Mujiono (Pengurus DPD), Samuel Sitompul (Moderator) saat foto bersama acara Banteng Milenial Festival di DPD PDI Perjuangan Jakarta, Sabtu (26/10/2019). 

DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta membentuk Komisi Pemberantasan Sampah Plastik (KPSP) di kantornya, Jalan Tebet Raya Nomor 46, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10/2019) malam.

KPSP bertugas melakukan 'operasi tangkap tangan' kepada warga sekitar Tebet yang membuang sampah sembarangan terutama plastik.

Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta William Yani mengatakan, anggota KPSP ini berjumlah 50 orang  yang melibatkan masyarakat dan kader PDI Perjuangan.

Tidak hanya melarang masyarakat membuang sampah sembarangan, mereka juga bersukarela mengedukasi warga tidak lagi memakai plastik.

Mereka menyarankan memakai tas jinjing atau totebag yang bisa dipakai berkali-kali sebagai pengganti kantong plastik.

Harapannya, potensi sampah plastik di Ibu Kota DKI Jakarta terutama di wilayah Tebet, Jakarta Selatan bisa berkurang.

Ini yang Membuat Prilly Latuconsina Tak Sabar Menanti Menghuni Rumah Baru Berlantai Empat

"Penggunaan totebag merupakan hal yang tepat, karena benda itu dapat digunakan berkali-kali, bahkan kalau kotor bisa dicuci. Berbeda dengan plastik, cenderung dipakai sekali dan dibuang," ujar William Yani, Sabtu (26/10/2019) malam.

William Yani mengatakan, KPSP dibentuk bersamaan dengan Banteng Milenial Festival yang digelar DPD PDI Perjuangan Jakarta.

Acara itu digelar selama tiga hari dari Sabtu (26/10/2019) sampai Senin (28/10/2019).

Menurut William Yani, ini Banteng Milenial Festival sebagai  wadah kaum milenial untuk berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

Selain membentuk organisasi yang peduli terhadap lingkungan, pengunjung juga disuguhkan acara diskusi terbuka.

Pada diskusi hari pertama kegiatan, tema yang dibahas adalah 'Saatnya Anak Muda Berbisnis Cuy'.

5 Teh Ini Berkhasiat Meningkatkan Kesehatan Pencernaan Anda, Yuk Minum Teh Demi Kesehatan Tubuh!

Dalam diskusi ini, panitia menghadirkan Bane Raja Manalu sebagai Founder Magna Indonesia dan Nadhif sebagai pemilik Kenal Kopi.

Diskusi  dikemas dalam konsep kodai kopi. Kata dia, kedai kopi identik dengan tempat nongkrong kaum millenial.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved