Rabu, 29 April 2026

Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek

Sosok Arin di Mata Sang Ayah: Pekerja Keras yang Tak Pernah Mengeluh

Arinjani dikenal pekerja keras dan tak pernah mengeluh, bahkan tetap bekerja saat Lebaran.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Miftahul Munir
TABRAKAN KERETA - Riki, ayah dari Arinjani Novitasari, korban tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek ditemui di rumahnya, Villa Bekasi Indah 2, Kabupaten Bekasi pada Rabu (29/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Arinjani Novitasari telah tiga tahun bekerja sebagai auditor di EY Indonesia dan dikenal sebagai sosok pekerja keras.
  • Menurut sang ayah, Arin tak pernah mengeluh meski harus berangkat pagi dan pulang larut malam.
  • Ia juga menikmati pekerjaannya karena sering dinas luar kota.
  • Kini, kenangan itu tersisa setelah Arin menjadi korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur.

WARTAKOTALIVE.COM, TAMBUN SELATAN - Arinjani Novitasari diketahui telah tiga tahun bekerja di EY Indonesia yang berlokasi di kawasan SCBD, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ayahnya, Riki, mengungkapkan selama bekerja di Jakarta, putrinya tidak pernah mengeluh kelelahan. Ia menilai Arin merupakan sosok pekerja keras yang selalu mengutamakan pekerjaannya.

“Kalau kerja memang giat banget. Bahkan waktu Lebaran saja, sehari setelah Lebaran dia sudah kerja online, dan hari Seninnya langsung masuk kantor,” ujar Riki, Rabu (29/4/2026).

Menurut Riki, Arinjani menikmati pekerjaannya sebagai auditor, meski harus berangkat pagi dan kerap pulang larut malam.

Pekerjaan tersebut juga membuat Arin sering melakukan perjalanan dinas ke luar kota untuk audit keuangan perusahaan, yang justru menjadi hal yang ia sukai.

“Dia senang, karena sering ke luar kota seperti Bali dan lainnya. Dia bilang sekalian bisa jadi healing,” tuturnya.

Kini, Riki hanya bisa mengenang sosok putrinya.

Riki Ikhlas Kehilangan Putrinya untuk Selamanya

Senin (27/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB menjadi momen terakhir Riki melihat putrinya, Arinjani Novitasari (25), berangkat kerja.

Seperti biasa, Arin sapaan akrabnya, berpamitan dengan mencium tangan ayah dan ibunya sebelum berangkat.

Tak ada firasat apa pun, Arin pergi menuju Stasiun Tambun menggunakan sepeda motor.

Setibanya di stasiun, ia menitipkan kendaraannya dan melanjutkan perjalanan dengan KRL menuju kawasan SCBD, Jakarta Selatan, tempatnya bekerja sebagai auditor.

Hari itu berjalan normal.

Bahkan sekitar pukul 20.52 WIB, Arin masih sempat berkirim pesan dengan tantenya.

Dalam percakapan itu, ia menanyakan masakan di rumah karena berencana pulang lebih cepat dari biasanya.

“Arin biasanya pulang larut, bahkan pernah sampai rumah jam 02.00 WIB,” kata Riki saat ditemui di rumah duka Villa Bekasi Indah 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (29/4/2026).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved