Rabu, 15 April 2026

Ini yang Mempengaruhi Harga Properti di Karawang

Harga properti di wilayah Karawang, Jawa Barat, diperkirakan akan terus menanjak sejalan dengan penyelesaian berbagai infrastruktur di wilayah itu.

thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Harga properti di wilayah Karawang, Jawa Barat, diperkirakan akan terus menanjak sejalan dengan penyelesaian berbagai infrastruktur di wilayah tersebut.

Apalagi Karawang tetap menjadi tujuan para investor untuk mengembangkan basis produksinya di Indonesia.

Rina Irawan, General Manager Sales & Marketing Taruma City, mengatakan, dampak pembangunan infrastruktur dan tingginya laju investasi di kawasan industri Karawang juga terasa pada proyek hunian.

Selama tiga tahun terakhir, harga properti hunian di kawasan ini tumbuh rata-rata 15 - 20 persen per tahun.

Menengok ke Pameran Otomotif dan Rumah Khusus Milenial, Apa Saja yang Ditawarkan di Sana?

"Di proyek Taruma City permintaan terhadap hunian tetap tumbuh positif ditengah situasi ekonomi yang dinamis saat ini," kata Rina, baru-baru ini.

Harga properti di Karawang juga terus melaju, ini yang membuat permintaan pasar terus tumbuh positif.

Berdasarkan data Disnakertrans Karawang, hingga tahun 2018 terdapat 13.756.358 hektar luas lahan yang dialokasikan sebagai lahan industri.

Sementara jumlah pabrik yang beroperasi di kabupaten ini mencapai 1.762 pabrik, meliputi pabrik swasta sebanyak 787, PMDN 269, PMA 638, dan joint venture sebanyak 58 pabrik.

Begini Nasib Roti Gambang di Jakarta saat Ini

"Sebagai kota industri terbesar di Indonesia, Karawang merupakan lokasi strategis untuk memiliki properti," kata Rina.

Rina mengatakan, proyek tol Jakarta-Cikampek elevated yang akan beroperasi tahun ini akan semakin menambah daya tarik kawasan Karawang.

Infrastruktur di Karawang akan semakin lengkap dengan beroperasinya kereta api cepat Jakarta-Bandung di tahun 2020.

Salah satu stasiun kereta cepat tersebut berada di wilayah Karawang yang padat penduduk dengan tingkat ekonomi yang sangat baik.

Upah minimum kota/kabupaten (UMK) Karawang paling tinggi di Jawa Barat yakni Rp 4.234.010.

Untuk mengoptimalkan potensi pertumbuhan ekonomi di Karawang, PT Agung Podomoro Land kembali meluncurkan produk terbaru di Karawang Barat yaitu kluster Mariposa.

Ini Harapan Bursa Efek Indonesia Terhadap Periode Pemerintahan yang Baru

Kluster ini dibangun di kawasan Taruma City yang memiliki total area seluas 5,6 hektare dan berdekatan dengan pusat kota dan pusat Pemerintahan Karawang.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved