Pasar Modal
Ini Harapan Bursa Efek Indonesia Terhadap Periode Pemerintahan yang Baru
Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, berharap ke depannya semakin banyak badan usaha milik negara (BUMN) yang mencatatkan sahamnya di BEI.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin resmi dilantik pada Minggu (20/10).
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi, berharap ke depannya semakin banyak badan usaha milik negara (BUMN) yang mencatatkan sahamnya di BEI.
Ia mengatakan, saat ini belum banyak perusahaan pelat merah yang mencari pendanaan dari pasar modal.
Inarno mengatakan, perusahaan BUMN yang tadinya mencari sumber dana melalui perbankan, selanjutnya bisa mencari dana di pasar modal.
• Bisnis Properti dengan Harga Dibawah Rp 1 Miliar Masih Bisa Bertahan dan Menarik
"Kami berharap semakin banyak BUMN yang go public di pasar modal. Kami harapkan ke depannya terutama perusahaan BUMN yang selama ini menggunakan alternatif perbankan, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan," kata Inarndo, Senin (21/10/2019).
Inarno mengatakan, belum ada perusahaan BUMN yang mencalonkan diri untuk menggelar initial public offering (IPO) dalam pipeline IPO BEI yang dirilis pada 7 Oktober 2019.
Dalam catatan Kontan.co.id. hingga tutup tahun ini masih ada 30 perusahaan yang akan IPO.
Inarno mengatakan, pemerintahan baru mampu mendukung pasar modal.
"Kalau dari kami, siap mendukung, yang penting perekonomian stabil, politik yang stabil, itu sudah merupakan berkah yang sangat luar biasa untuk pasar modal. Di luar itu, kami harapkan (pemerintahan) yang pro dengan pasar modal," katanya.
• Transaksi QR Code Berbasis CPM Diuji Coba oleh Bank Indonesia
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Periode II Jokowi, BEI berharap semakin banyak BUMN yang masuk bursa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ihsg-jelang-liburan_92kn.jpg)