Jumat, 5 Juni 2026

Kabinet Jokowi Maruf

Berikut Tiga Catatan dari YPKKI untuk Menteri Kesehatan Kabinet Kerja Jilid 2

Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI), Marius Widjajarta, mengatakan, Menkes selanjutnya harus ekstra kerja keras.

Tayang:

WARTA KOTA, PALMERAH--- Kabinet Kerja Jilid 2 akan segera diumumkan. Menteri Kesehatan terakhir, Nila F Moeloek, telah bebas tugas.

Beberapa nama menjadi bocoran untuk posisi Menteri Kesehatan.

Terlepas dari siapa yang akan menempati posisi Menteri Kesehatan, Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI), Marius Widjajarta, mengatakan, Menkes selanjutnya harus ekstra kerja keras.

“Kemenkes itu menurut saya kementerian yang paling berat tugasnya. Butuh orang yang tak hanya teoritis, tapi bisa mengerti permasalahan,” kata Marius kepada Kompas.com, Senin (21/10/2019).

Seperti apa permasalahan tersebut?

Marius memaparkan tiga di antaranya.

Lembaga Pemeringkat Internasional Beri Prospek Stabil, Berikut Rekomendasi Saham Perbankan

BPJS Kesehatan

Baru-baru ini Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan sejumlah potensi praktek kecurangan oleh BPJS Kesehatan.

Hal ini menurut Marius berkaitan dengan BPJS yang defisit setiap tahun.

“Mengapa selalu defisit? Karena mereka melanggar UU BPJS Kesehatan. Dalam undang-undang sudah tertera jelas. Jika mereka mengikuti aturan, pasti akan untung,” kata Marius.

BPJS Kesehatan, kata Marius, seharusnya berlaku secara nasional.

Namun saat ini BPJS Kesehatan baru berlaku di tingkat regional atau kecamatan, dan baru berlaku nasional hanya dalam kondisi darurat.

Saat ini Indonesia belum punya asuransi kesehatan tingkat nasional.

“Harusnya bersifat nasional, bukan regional. Secara gambaran kasar, ada 40 sektor formal yang belum tercover BPJS Kesehatan. Saya punya datanya,” kata Marius.

Menurutnya, dana yang masuk harus dikelola dengan baik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved