Transaksi Toko Online Melebihi Toko Konvensional, Berikut Penjelasannya
Transaksi ritel online atau e-commerce berpotensi terus menanjak dalam beberapa tahun ke depan.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Virus digital terus merangsek bisnis ritel.
Transaksi ritel online atau e-commerce berpotensi terus menanjak dalam beberapa tahun ke depan.
Saat ini, nilai transaksi e-commerce meningkat pesat.
Bahkan, nilai transaksi e-commerce sudah mendekati nilai penjualan ritel konvensional.
Hasil riset CLSA, perusahaan finansial yang berbasis di Hong Kong, memperlihatkan penjualan ritel secara online di Indonesia tahun ini akan menembus 38,3 miliar dollar AS setara Rp 543,86 triliun (kurs Rp 14.200 per dollar Amerika Serikat).
• Perbankan Terus Menawarkan Layanan Buka Rekening secara Online
Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai sektor perdagangan besar dan eceran (di luar produk otomotif) pada 2018 mencapai Rp 1.544,96 triliun.
Ini berkontribusi 10,41 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
CLSA memproyeksikan, nilai penjualan kotor atau gross merchandise value (GMV) ritel online terus meningkat pesat hingga 2020 mencapai 58,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 849,70 triliun (kurs rupiah Rp 14.500 per dollar AS sesuai target APBN 2019).
Bersamaan dengan itu, peran transaksi online terhadap total penjualan ritel juga meningkat.
Indonesia untuk pertama kali akan mengalahkan penjualan ritel online India yang hanya 52,2 miliar dollar AS.
Saat ini, penjualan ritel online Indonesia masih di bawah India dengan nilai transaksi 38,6 miliar dollar AS pada tahun 2019.
• Ini Cara MRT Jakarta Agar Bisa Meraih Pendapatan Rp 550 Miliar Tahun Depan
Sejumlah raksasa e-commerce Indonesia menikmati berkah tingginya minat belanja online orang Indonesia.
Tokopedia, misalnya, optimistis bisa mencapai GMV hingga Rp 222 triliun tahun ini.
"Dilihat dari GMV, kontribusi Tokopedia tahun lalu Rp 73 triliun, setara PDB 0,5 persen. Estimasi tahun ini tembus Rp 222 triliun," kata Senior Public Relation Specialist Tokopedia, Antonia Adega.
Dengan GMV Rp 222 triliun, menurut Komisaris Utama Tokopedia, Agus Martowardojo, Tokopedia akan berkontribusi 1,5 persen terhadap PDB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ini-top-5-toko-online-paling-diminati-2019-tokopedia-nomor-1_01.jpg)