Senin, 13 April 2026

Lifestyle

Terpengaruh Gawai, Generasi Muda Rendah Literasi dan Jarang Baca Buku

Rini menilai, fenomena yang menjangkit kaum muda saat ini yang sangat dipengaruhi dan bergantung gawai.

Warta Kota/Dwi Rizki
Suasana 'Buka Gudang Gramedia' digelar di Gudang Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (16/10/2019). 

Perkembangan teknologi informasi dan teknologi gawai terus menggerus kesadaran masyarakat untuk membaca buku.

Dampak terhadap kalangan muda, mereka dinilai semakin rendah literasi atau kemampuan mengolah dan memahani informasi.

Rendah literasi yang terjadi pada generasi muda itu diungkapkan Rini (63), warga Perumahan Andara Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dia  mengaku prihatin terhadap kondisi generasi muda yang berbeda dengan dirinya maupun Asmara (74)--sahabatnya--yang masih berburu buku hingga saat ini.

"Kita dateng ke sini mau cari buku tentang agama, belum dapet, karena beberapa sudah punya di rumah," ucap Rini.

Rini mengatakannya saat ditemui dalam bazaar  buku yang digelar di Gudang Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Rabu (16/10/2019).

5 Hal yang Bisa Mengganggu Kesehatan Mental Akibat Terpapar Media Sosial

Pameran buku bertajuk 'Buka Gudang Gramedia' yang digelar pada 1-31 Oktober 2019 itu, kata Rini, sangat bagus.

Alasannya,  Buka Gudang Gramedia itu bukan hanya menyajikan buku dengan harga miring, tetapi juga mendekatkan masyarakat dengan kebiasaan membaca.

Rini menilai,  fenomena yang menjangkit kaum muda saat ini yang sangat dipengaruhi dan bergantung gawai.

Akibatnya, kata Rini, kemampuan kaun muda untuk mencerna dan memahami informasi menjadi rendah.

"Ini, karena gadget, dan di dunia pun semakin banyak, cetak sudah hilang ya," ucapnya.

Menurut dia, budaya baca dan literasi lambat laun hilang dari kehidupan kaum muda.

Biarkan Orang Tua Bergaul dengan Teman-temannya Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental dan Fisik

Dia mengatakan bahwa generasi muda jarang terlihat di toko buku.

Meski begitu, dia beruntung karena anaknya bukan termasuk orang buta literasi.

Pasalnya, Rini memperkenalkan buku kepada anak sejak dini saat masih balita.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved