Unjuk Rasa Mahasiswa

Kontras Mendesak Presiden Jokowi Membentuk Tim Independen Terkait Kasus Korban dalam Aksi Unjuk Rasa

Segera membentuk Tim independen untuk mengusut peristiwa kekerasan pada rentetan aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan.

Kontras Mendesak Presiden Jokowi Membentuk Tim Independen Terkait Kasus Korban dalam Aksi Unjuk Rasa
Warta Kota/Rizki Amana
Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Yati Andriyani 

Pihak kalangan aktivis di antaranya disampaikan oleh koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera membentuk Tim independen untuk mengusut peristiwa kekerasan pada rentetan aksi demonstrasi, yang berujung kerusuhan di Gedung DPR-MPR RI pada September 2019 lalu.

Pihaknya meminta agar tim tersebut dibentuk khusus untuk menyelidiki prosedur penanganan aksi oleh pihak kepolisian.

Terlebih dalam aksi tersebut telah memakan korban jiwa dan luka-luka akibat dugaan kekerasan yang dilakukan pihak kepolisian yang bertugas.

Sahabat Ungkap Akbar Alamsyah Ikut Demonstrasi Rusuh karena Terpancing Video di Instagram

Ibunda Berkali-kali Pingsan Saat Pemakaman, Tangis Iringi Kepergian Akbar Alamsyah

Minta Kematian Akbar Alamsyah Diperiksa, Kakak Korban : Kepala dan Wajah Adik Saya Penuh Luka Lebam

"Untuk mengukur sekali lagi apakah memang penanganan sudah sesuai dengan prosedur atau apakah ada pelanggaran yang terjadi dan bagaimana terhadap korban yang jatuh," ujar Yati saat ditemui di rumah duka, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/10/2019).

Adapun Yanti meminta agar Tim indpenden itu dapat langsung dibawah komando Presiden Jokowi demi mengutamakan kepentingan fakta.

Sebab, Ia menilai, peristiwa itu masih menimbulkan kejanggalan dalam bukti-bukti yang dihasilkan pihak kepolisian.

Anies Baswedan Gowes Sejauh 23 Km Bareng Artis untuk Melaksanakan Uji Coba Jalur Sepeda Fase Dua

Terlebih pada kasus yang telah merenggut nyawa para pendemo yang dituding sebagai perusuh.

"Tim independen itu idealnya ada di bawah Presiden terdiri dari unsur Komnas HAM, ORI, Kompolnas, Komnas Perempuan, KPAI, LPSK, perwakilah ahli dari masyarakat sipil," jelasnya.

Sebelumnya, KontraS mendatangi kediaman Alm. Akbar Alamsyah untuk membantu pihak keluarga dalam mendapati klarifikasi kematian Akbar.

Sebab, pihak keluarga masih merasa janggal dari kematian Akbar akibat adanya luka lebam di bagian kepala tanpa penjelasan terperinci dari pihak medis maupun kepolisian.

"Mereka (Dokter) tidak berani langsung ngomong. Bilang jatuh atau apa, cuman sampaikan karena syaraf rusak," ucap Kakak Akbar, Fitri Rahmayani. (Rizki Amana)

Kasus Perusakan CCTV sebagai Fasilitas Publik yang Terbengkalai Setahun Mulai Ditangani

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved