Pelayanan Publik

Kasus Perusakan CCTV sebagai Fasilitas Publik yang Terbengkalai Setahun Mulai Ditangani

Setelah sempat terbengkalai selama setahun lebih atas kasus dugaan perusakan fasilitas publik berupa CCTV, kini, mulai kembali ditangani.

Kasus Perusakan CCTV sebagai Fasilitas Publik yang Terbengkalai Setahun Mulai Ditangani
TribunnewsBogor.com
Ilustrasi sarana CCTV. 
Sempat terbengkalai selama setahun lebih atas kasus dugaan perusakan fasilitas publik berupa CCTV, kini, mulai kembali ditangani Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Warga sekaligus pelapor bernama Budianto Tahapary mengaku sangat mengapresiasi hal tersebut dan berharap, kasus ini tak pernah terhenti untuk diselesaikan.
“Saya mengapresiasi kinerja mereka, lebih dari setahun kasus ini tak bergulir dan begitu ganti pimpinan Reskrim kasus mulai kembali dibuka,” ujar Budianto kepada awak media, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/10/2019).
Lebih lanjut, menurutnya, kasus pengerusakan ini dilakukan dua tersangka M Yasin dan Sulaiman yang terjadi pada 4 Maret 2018 lalu. 
Keduanya merusak Closed Circuit Television (CCTV) di sebuah lahan di jalan Kuningan Barat Raya No. 29 RT 06/03, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. 
Budianto menceritakan awal mula tindakan perusakan saat tersangka melakukan kesepakatan dengannya untuk menjaga sebidang lahan sesuai alamat yang tertera yang dilaporkan sejak 2010 silam itu.
Namun, setelah Budianto menunaikan tugasnya para pelaku ini tak kunjung memenuhi tanggung jawabnya sesuai perjanjian, malah ia justru mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan tanpa ada alasan yang pasti.
Atas hal itu, dirinya melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya dengan Laporan Polisi nomor LP/1181/III/2018/PMJ/Ditreskrimsus.
Dari situ, kasus itu kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. 
Budianto juga menerangkan pihaknya bahkan untuk sempat ingin menyelesaikan masalah itu dengan mencoba melakukan duduk bersama tersangka, namun sayang tak menemui titik terang.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, pihaknya masih mendalami penyelidikan kasus tersebut.
“Keduanya dijadwalkan untuk datang ke Polres untuk diminta keterangannya,” kata Andi, saat dikonfirmasi awak media.
Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved