Kesehatan
Ranitidine Penyebab Risiko Kanker Ditarik dari Pasaran Dianggap Tak Banyak Berdampak di Indonesia
Nitrosamine adalah senyawa karsogenik (penyebab kanker) yang terdapat pada makanan yang diawetkan oleh nitrit.
Penulis: |
Alasannya, pada proses pembuatan ikan asin mengandung nitrosamine.
Begitu juga karsinogen terkandung di kornet.
Namun, sekecil apa pun pencemaran karsinogen, memang harus dihindari dan penarikan Ranitidine yang tercemar harus dilakukan.
• Kekasih Bule Ikut-ikutan Dihujat Warganet, Dihasut Untuk Tinggalkan Nikita Mirzani
Seperti diketahui, Ranitidine ditarik dari pasaran karena hadirnya N-nitrosodimethylamine (NDMA), yang diklasifikasikan sebagai karsinogen manusia pada level rendah.
Ranitidine umumnya digunakan sebagai obat untuk heartburn atau refluks lambung.
Sakit maag biasanya disebabkan oleh regurgitasi asam lambung (gastric reflux) ke kerongkongan dan gejala utama GERD atau penyakit refluks gastroesofagus.
Penarikan BPOM ini dilandasi keputusan badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) yang menarik Ranitidine.
Namun, FDA juga hingga kini tidak tahu dari mana kontaminasi NDMA di ranitidine berasal.
• 5 Sayuran Terbaik untuk Jus yang Menyegarkan dan Menyehatkan Tubuh
Namun, pada Agustus lalu, FDA menyetujui pabrik India yang membuat beberapa bahan obat.
Diperkirakan bahwa 80 persen bahan yang digunakan dalam obat-obatan Amerika Serikat diproduksi di luar negeri, terutama di India dan Cina.
Pernyataan BPOM itu diumumkan melalui laman resmi pom.go.id dan akun instagram bpom_ri.
BPOM meminta industri farmasi pemegang izin edar produk tersebut agar berhenti produksi dan mendistribusikan, serta melakukan penarikan kembali seluruh batch produk dari peredaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/prof-aru-wisaksono1810.jpg)