Selasa, 14 April 2026

Faisal Basri Bongkar Mafia Migas Ditengah Permainan Pemilu 2019, Sebut Riza Chalid dan Nasdem

Faisal Basri tidak yakin mafia Migas akan berhenti sejak Petral dibubarkan. Nama-nama yang tersangkut di kasus tersebut kini mendekat ke pemerintah.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara

Mantan tim reformasi tata kelola migas Faisal Basri blak-blakan bongkar mafia migas di tengah permainan Pemilu 2019.

Faisal ungkapkan bagaimana keterkaitan antara partai pemerintah dan pengusaha Mohammad Riza Chalid.

Faisal Basri menjelaskan, sebelumnya tim reformasi migas berhasil membongkar pemburu rente migas yang memanfaatkan pemerintah untuk membuat kebijakan yang menguntungkan perusahaan milik pengusaha Mohammad Riza Chalid.  

Perusahaan anak Pertamina, PT Pertamina Energy Trading Ltd (petral) diketahui mengatur sejumlah kontrak pembelian impor migas di bawah Pertamina Energy Service (PES), Singapura.

Faisal Basri Sebut Menteri ESDM Ignasius Jonan Biang Keladi, Jika Tak Ganti Krisis di Depan Mata

Disitulah kata Faisal, ruang pemburu rente mengeruk keuntungan dari impor Migas yang diperlukan Indonesia.

“Diaturlah oleh PES ini siapa yang bisa memasok minyak, baik minyak mentah dan BBM,” kata Faisal saat wawancara dengan Asumsi,  Senin (7/10/2019).

Sebenarnya kata Faisal, hal itu sudah berlangsung sejak zaman pemerintahan SBY.

Mohammad Riza Chalid

Saat itu mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah berniat membubarkan Petral yang akhirnya justru Dahlan yang mendapat teguran dari SBY.

“Makanya, jangan main-main dengan mafia migas ya,” kata Faisal.

Bupati Lampung Utara Sudah Dikasih Peringatan Sama Jenderal Polisi Ini Soal Korupsi

Berangkat dari kegaduhan yang sempat dibuat Dahlan sempat ada pembenahan di era SBY soal mafia Migas. Namun, ia meyakini pembenahan tersebut hanya kebohongan untuk menutupi fakta dibalik isu mafia migas di Petral sendiri.

“Tidak jadi pembubaran itu, tapi kesannya ada pembenahan bohong, dimana PES hanya boleh membeli dari BUMN asing, tapi sebenarnya bukan disitu masalahnya,” jelas Faisal.

Padahal, kata Faisal, yang harusnya yang dibenahi ialah makelar-makelar Migas bukan salahkan trader migas.

“Yaitulah, banyak keterlibatan penguasa, sehingga hal-hal itu tetap dipelihara,” jelas Faisal.

Kini Petral telah dibubarkan. Meski begitu, Faisal tidak yakin sepenuhnya mafia migas akan berhenti menjadi lintah darat di negara ini.

Hal ini lantaran, Riza Chalid yang namanya pernah disebut terkait dengan Petral disebut memiliki kedekatan dengan salah satu partai pemerintah yakni Nasdem.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved