Faisal Basri Bongkar Mafia Migas Ditengah Permainan Pemilu 2019, Sebut Riza Chalid dan Nasdem
Faisal Basri tidak yakin mafia Migas akan berhenti sejak Petral dibubarkan. Nama-nama yang tersangkut di kasus tersebut kini mendekat ke pemerintah.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Pernyataan Faisal dikuatkan dengan kehadiran Riza Chalid di acara Nasdem.
“Nah sekarang dia dekat dengan Nasdem, ada satu acara dengan Nasdem,” kata Faisal.
Selain itu ia juga menyebut Reza kini memiliki perusahaan yang dibangun bersama Sekretaris Jenderal Nasdem Johny G Plate.
“Dan dia punya perusahaan sama Johny Plate main di Migas juga, sampai sekarang dapat kredit dari BRI 26 juta dolar, jadi gak berhenti-henti itu,” jelas Faisal.
Pembersihan Sektor Migas
Diketahui berangkat dari hasil investigasi tim reformasi Migas Petral dibubarkan tahun 2015.
Faisal Basri mengapresiasi kinerja pemerintah untuk membubarkan PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), anak usaha PT Pertamina (Persero).
Menurut Faisal hal tersebut adalah janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terpenuhi.
"Ini komitmen pemimpin tertinggi, bukan hanya Petral dibubarkan tapi pembersihan sektor migas," ujar Faisal di kantor INDEF, Selasa (26/5/2015) dikutip Tribunnews.com.
Faisal memaparkan, Presiden Jokowi mengerti situasi yang dihadapi sektor migas saat ini.
• Irish Bella Terkena Mirror Syndrom yang Membuat Janin Kembar Keguguran, Kenali Gejalanya
• Selalu Kritik Pemerintahan, Rocky Gerung Mengaku Tak Benci Jokowi: Saya Cuma Kritik Nalarnya
Faisal berpendapat ada banyak pihak yang ingin mengatur negara melalui sektor migas yang keadaannya sedang berantakan di dalam negeri.
"Presiden sadar sekali ada kekuatan besar ikut mendikte dan mengancam kekuatan demokratis," ungkap Faisal.
Faisal juga mengaku salut dengan kecepatan dari kinerja pemerintah dalam memperbaiki sistem sektor migas.
Dari komitmen Presiden Jokowi, Faisal melihat realisasinya dilakukan dengan baik oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.
"Saya nggak pernah ketemu Jokowi, tapi saya lihat gerak geriknya, saya pada kesimpulan subjektivitas saya. Komitmen luar biasa, sampai ke Sudirman Said," kata Faisal. (*)